Perkembangan kendaraan listrik, termasuk mobil dan sepeda motor listrik, diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Meski demikian, bisnis pelumas di Indonesia dinilai masih memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Hal ini tidak lepas dari populasi kendaraan bermotor yang masih sangat besar, terutama motor bermesin konvensional alias "cetus api" yang masih mendominasi jalan raya. VP Marketing PT Pertamina Lubricants, Nugroho Setyo Utomo, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi pelumas juga ikut memengaruhi pola perawatan kendaraan saat ini. Pertamina Lubricants resmi meluncurkan Enduro Service, yaitu layanan bengkel yang berlokasi di area Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU). "Tetapi koreksi, karena begini, di pelumas ini ada perkembangan teknologi long drain interval semakin lama dengan penggunaan, penggunaan kibetik, yang mungkin kalau zaman-zaman bapak kita dulu, setiap 3.000 (km) disiplin ganti. Kini bisa jadi 5.000, 10.000, bahkan ada 15.000 (km)," katanya di Jakarta, Rabu (4/3/2026). Nugroho menjelaskan, interval penggantian oli kini semakin panjang karena kualitas pelumas yang semakin baik. Meski begitu, tingginya jumlah kendaraan tetap membuat kebutuhan pelumas masih besar. "Tetapi secara populasi, populasi kendaraan kita masih cukup luar biasa. Total, kalau enggak salah, data yang kami punya, total populasi kendaraan, motor, bus, dan kendaraan penumpang itu sekitar 150 juta (unit kendaraan), 120 jutanya motor," katanya. "Motor ini kan berarti mayoritas masih motor konvensional dan itu masih digunakan oleh masyarakat. Jadi aktivitas kita juga semakin lama semakin meningkat. Jadi ada, ada secara kalau kita bilang ekonometrikanya, faktor-faktor ini berkembang terus," ujarnya. Situasi Trotoar di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur yang sempat viral dan dilakukan penertiban, Rabu (4/3/2026) Ia menambahkan, perusahaan terus melakukan evaluasi dan analisis secara berkala untuk melihat perkembangan pasar pelumas di dalam negeri. "Nah faktor-faktor ini, inilah yang memang setiap tahun kita pasti akan melakukan evaluasi dan analisa lebih lanjut," katanya. Berbagai faktor menjadi pertimbangan, mulai dari perkembangan teknologi kendaraan, pertumbuhan populasi kendaraan, hingga karakteristik penggunaan kendaraan di setiap daerah. Ratusan motor ojek online mendapatkan servis dan perawatan di program BeROjol Day dari Dompet Dhuafa di halaman parkir Lotte Grosir Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (1/3/2026). "Karena itu tadi, ada faktor teknologi, ada faktor peningkatan jumlah populasi, dan nanti juga terlihat, kita lihat di daerahnya juga," katanya. Menurut Nugroho, kondisi pasar otomotif di Indonesia sangat dinamis sehingga membutuhkan pemantauan yang terus-menerus. "Bisa jadi ya, faktor A berlaku di daerah A, faktor B nggak berlaku. Tetap kita lihat. Sangat dinamis, sangat dinamis kalau kita melihat, bagaimana kita melakukan evaluasi," ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang