Kementerian Perhubungan menyampaikan bahwa jumlah populasi kendaraan listrik di Tanah Air sudah mencapai 342.118 unit pada 2025. Muiz Thohir, Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengatakan, jumlah ini menandakan pengguna kendaraan listrik di dalam negeri sedang berada pada tren positif. "Jumlah tersebut berdasarkan data kendaraan yang sudah melakukan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) melalui Kementerian Perhubungan hingga Desember 2025," katanya di acara Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Solusi Strategis Hadapi Kelangkaan BBM: Akselerasi Elektrifikasi Transportasi Publik dan Industri, Rabu (15/4/2026). Adapun, untuk persebarannya, sepeda motor listrik merupakan kontributor terbanyak mencapai 229.820 unit. Kemudian diikuti mobil listrik 110.524 unit. Lalu di bawahnya ada kendaraan roda tiga berbasis listrik sebanyak 778 unit, kemudian mobil barang dengan baterai 273 unit. Kepala Dinas Perhubungan Bali, I Kadek Mudarta menilai perlu kajian lebih dulu terkait bus listrik rute Singaraja-Denpasar, Bali. Sementara di urutan paling bawah adalah bus listrik 723 unit. Tidak hanya itu, Muiz juga mengatakan, elektrifikasi kendaraan juga kian gencar dijalankan untuk angkutan umum. Mulai dari angkutan umum perkotaan berupa bus listrik hingga taksi listrik kini mulai menemani masyarakat sejumlah kota beberapa tahun ke belakang. Menurutnya pengembangan jaringan angkutan umum perkotaan dapat menurunkan penggunaan energi sektor transportasi pada suatu wilayah perkotaan. "Transportasi umum mengonsumsi energi per kilometer (pkm) empat kali lebih rendah dibandingkan dengan mobil pribadi," katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang