Sepeda motor listrik menjadi kelompok terbesar dalam populasi kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia. Hingga sekitar April 2026, jumlah motor listrik mencapai lebih dari separuh total kendaraan listrik yang beredar di Tanah Air. Berdasarkan data yang diolah Kementerian Perindustrian (Kemenperin), total populasi kendaraan listrik di Indonesia telah mencapai 468.231 unit hingga April 2026. Dari jumlah tersebut, kendaraan listrik roda dua mencapai 242.909 unit, sedangkan kendaraan listrik roda empat penumpang sebanyak 223.100 unit. Mahasiswa UNISSULA kunjungi pabrik motor listrik United Artinya, populasi motor listrik saat ini masih lebih besar dibandingkan mobil listrik. Jika dibandingkan dengan total populasi KBLBB yang tercatat, motor listrik menyumbang sekitar 51,9 persen, sementara mobil listrik penumpang sekitar 47,6 persen. Besarnya populasi tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi kendaraan roda dua menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Populasi Motor Listrik Tumbuh Pesat Perkembangan kendaraan listrik nasional mencatat pertumbuhan yang sangat cepat. Populasi KBLBB disebut mengalami pertumbuhan eksponensial dengan compound annual growth rate (CAGR) lebih dari 150 persen sepanjang 2020-2025. Kendaraan roda dua dan roda empat menjadi penggerak utama pertumbuhan tersebut. Khusus sepeda motor listrik, penjualannya meningkat dari 17.198 unit pada 2022 menjadi 62.409 unit pada 2023. Wuling Motors merayakan delapan tahun kehadirannya di Indonesia. Angka tersebut kembali naik menjadi 77.078 unit pada 2024, sebelum turun menjadi 55.059 unit pada 2025. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai perkembangan tersebut menunjukkan semakin besarnya penerimaan masyarakat terhadap kendaraan listrik. Namun, peningkatan permintaan perlu diikuti penguatan kemampuan produksi dan rantai pasok di dalam negeri. Geely tingkatkan kapasitas produksi EX2 di pabrik Handal di Purwakarta dan percepat pengiriman ke konsumen “Kita ingin setiap peningkatan penggunaan kendaraan listrik memberikan multiplier effect sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional,” ujar Agus, dikutip dari keterangan resmi (15/8/2026). “Artinya, semakin banyak kendaraan listrik digunakan masyarakat, semakin besar pula komponen yang diproduksi di Indonesia, investasi yang masuk, teknologi yang kita kuasai, serta aktivitas industri yang tumbuh di dalam negeri,” kata dia. Motor TX3000 Stimulus Pemerintah Peran kebijakan pemerintah juga terlihat dari program bantuan pembelian KBLBB roda dua yang berlangsung pada 2023 dan 2024. Program tersebut melibatkan 22 industri dan 70 tipe atau model kendaraan. Pada 2023, penyaluran bantuan mencapai 11.532 unit. Jumlahnya kemudian melonjak menjadi 62.541 unit pada 2024, atau meningkat sekitar 442 persen. Secara kumulatif, sebanyak 74.073 unit telah mendapatkan bantuan pembelian. Keseruan pengunjung Jakarta Fair 2023 yang mencoba melakukan cek penerima subsidi motor listrik Rp 7 juta dari pemerintah Menurut Agus, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa stimulus pasar memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan industri kendaraan listrik roda dua. “Karena itu, kebijakan pengembangan demand dan supply harus berjalan beriringan sehingga industri memiliki kepastian pasar sekaligus terpacu terus melakukan investasi dan pendalaman struktur,” ujarnya.