Perkembangan industri motor listrik di Indonesia nyatanya semakin beragam. Bukan hanya jumlah mereknya yang bertambah, pilihan model atau tipe kendaraan listrik roda dua juga tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi mengatakan, sejak 2017 hingga saat ini sudah ada ratusan tipe motor listrik yang lahir dan berkembang di Indonesia. “Kalau saya lihat agresivitas, kemudian inovasi dari industri untuk memancing supaya pertumbuhan cepat, penetrasi pasar cepat, itu sampai dengan sekarang, dari tahun 2017 tadi, tipe kendaraan motor listrik yang sudah lahir di Indonesia itu ada sekitar 493 tipe kendaraan,” ujar Budi, kepada Kompas.com, Senin (24/8/2026). Presiden Prabowo Subianto saat acara pluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) pada Kamis (13/8/2026). Angka tersebut menunjukkan agresivitas pelaku industri dalam menawarkan produk kepada konsumen. Beragam model dikembangkan untuk memperluas pilihan sekaligus mendorong penetrasi kendaraan listrik di pasar roda dua nasional. 36 Merek Motor Listrik di Aismoli Pertumbuhan tipe motor listrik tersebut berjalan beriringan dengan bertambahnya jumlah merek yang bermain di pasar domestik. Budi menyebut saat ini terdapat 36 merek motor listrik yang tergabung dalam Aismoli. Para pelaku industri tersebut memiliki latar belakang yang beragam, baik perusahaan dengan status penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). Tidak hanya itu, sebagian pemain juga berasal dari industri yang sebelumnya bergerak di sektor lain. Motor JFK 2026 “Ada yang dari PMDN, ada yang dari PMA, dan ada juga yang tumbuh transformasi dari pabrik sepeda, kemudian sepeda listrik, dan kemudian juga menjual sepeda motor listrik,” kata Budi. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa industri motor listrik relatif terbuka bagi pemain dengan latar belakang bisnis yang berbeda. Pertumbuhan merek dan tipe juga menjadi bagian dari strategi industri untuk mempercepat penetrasi pasar. Pelaku usaha berlomba menghadirkan produk dengan karakter dan spesifikasi yang berbeda agar dapat menjangkau segmen konsumen yang lebih luas. Jokowi mengunjungi booth motor listrik yang ada di Asiabike Jakarta Pemicu Perkembangan Industri Menurut Budi, momentum penting bagi perkembangan industri motor listrik terjadi setelah 2018. Pemerintah mulai membangun fondasi regulasi untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik. Salah satunya melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan. Kemudian, pemerintah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 yang turut mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik. Pabrik motor listrik Alva berada di Kawasan Delta Mas, Cikarang. Dalam kebijakan tersebut, pemerintah juga mendorong kementerian dan lembaga untuk menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional. “Karena ingin cepat dan ingin sustain, dan memang menurut saya setelah tahun 2018 itu momentumnya,” ujar Budi. Bagi industri, bertambahnya merek dan model menjadi modal penting untuk memperluas pasar. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut diikuti peningkatan permintaan agar banyaknya pilihan produk dapat berujung pada penjualan yang berkelanjutan.