Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) memastikan setiap kendaraan bermotor yang beredar di Indonesia memenuhi standar keselamatan dan kelayakan jalan. Tugas utama lembaga ini adalah melakukan pengujian tipe, yakni proses evaluasi menyeluruh terhadap kendaraan sebelum diproduksi massal dan dipasarkan ke masyarakat. Melalui tahapan ini, kendaraan diuji dari berbagai aspek, mulai dari keselamatan, performa, hingga dampak terhadap lingkungan. Kepala BPLJSKB, Iman Sukandar, menjelaskan bahwa selain pengujian tipe, pihaknya juga menjalankan sejumlah fungsi lain yang tidak kalah penting dalam ekosistem industri otomotif nasional. Proses uji tipe motor listrik konversi di bengkel bergerak milik Kemenhub “Yang terpenting memang tugas pokok kami adalah pengujian tipe. Namun, ada juga beberapa tugas lain," kata Iman yang ditemui di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2026). Salah satu layanan yang dilakukan ialah pengujian kendaraan konversi dari mesin konvensional ke listrik, serta kendaraan modifikasi atau kustomisasi. Hal ini menjadi penting seiring tren elektrifikasi dan modifikasi kendaraan yang terus berkembang di Indonesia. "Misalnya uji sampel yang dilakukan secara berulang. Kemudian, kami juga melayani kendaraan konversi, serta kendaraan yang mengalami modifikasi dan lain sebagainya," ujarnya. Ilustrasi uji tipe kendaraan bermotor Dengan demikian, peran BPLJSKB tidak hanya terbatas pada tahap awal produksi kendaraan, tetapi juga mencakup proses pengembangan dan inovasi. Iman menjelaskan, pada kendaraan prototipe, pengujian dilakukan secara berulang untuk memastikan setiap perbaikan benar-benar meningkatkan kualitas dan keselamatan. "Termasuk juga pengujian prototipe dalam rangka pengembangan produk. Jadi, misalnya ada satu APM yang mengembangkan produk tertentu, dalam proses pengembangan tersebut biasanya akan diuji terlebih dahulu," ujarnya. "Setelah itu diperbaiki, lalu diuji kembali. Kami juga melayani proses tersebut," katanya. Proving Ground BPLJSKB Bekasi "Sebelum diproduksi massal, prototipe memang sudah melalui tahap pengujian," ujar Iman. Selain itu, BPLJSKB juga berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi otomotif. Hal ini dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Iman mengatakan, kolaborasi tersebut membuka peluang bagi pengujian produk inovatif yang masih dalam tahap penelitian. "Selain itu, kami juga melayani kebutuhan dari lembaga riset maupun lembaga pendidikan," kata Iman. "Kami juga bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi yang melakukan penelitian terkait produk-produk tersebut,” kata Iman. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang