Penjualan motor listrik Honda di Jawa Tengah masih menghadapi tantangan untuk berkembang. Kontribusi motor listrik terhadap total penjualan masih kecil. Budi Yanto, Region Head Astra Motor Jawa Tengah, mengatakan, pihaknya terus memperkenalkan motor listrik kepada konsumen melalui berbagai kegiatan, termasuk pameran dan uji coba berkendara. Namun, motor bermesin bensin atau internal combustion engine (ICE) masih menjadi pilihan konsumen untuk kebutuhan sehari-hari. “Kami tetap memperkenalkan motor listrik secara rutin kepada konsumen, baik melalui riding test maupun pameran. Mungkin sebagian konsumen kami sudah pernah mencobanya," katanya di Semarang, Kamis (7/10/2026). "Namun, untuk saat ini, sepertinya mereka masih memilih ICE combustion (motor bensin). Mungkin pertimbangannya lebih ke penggunaan sehari-hari, karena lebih mudah digunakan untuk kebutuhan harian,” katanya. Swap baterai motor listrik Honda Pertimbangan Menurut Budi, salah satu hal yang masih menjadi perhatian konsumen adalah daya tahan motor listrik dan kemudahan pengisian daya. Berbeda dengan motor bensin yang bisa diisi bahan bakar di banyak stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), pengguna motor listrik perlu merencanakan pengisian baterai sesuai kebutuhan perjalanan. “(Keraguan) konsumen sebenarnya masih sama, yaitu lebih ke arah daya tahan atau durability. Sebab, kalau motor listrik kehabisan daya, harus diisi ulang," kata Budi. "Sementara itu, kalau motor bensin, tempat pengisian bahan bakar sudah tersedia di banyak tempat di pinggir jalan. Kalau motor listrik, konsumen masih mempertimbangkan di mana bisa mengisi daya,” ujarnya, Pertimbangan tersebut berkaitan dengan kebiasaan berkendara sehari-hari. Konsumen perlu memperhitungkan jarak perjalanan, ketersediaan tempat pengisian daya, serta waktu untuk mengisi baterai. Motor listrik Honda di booth Honda pada ajang Jakarta Fair 2026 Diskon Dorong Penjualan? Harga juga menjadi faktor yang patut diperhatikan dalam perkembangan pasar motor listrik. Budi mengatakan, program penjualan yang dijalankan mengikuti arahan dari agen pemegang merek (APM) dalam hal ini Astra Honda Motor (AHM) dan biasanya diberikan pada momen tertentu. "Untuk program, kami mengikuti arahan dari ATPM. Biasanya, program juga diadakan pada momen-momen tertentu,” katanya. Untuk diketahui, Honda pernah memberikan diskon besar untuk motor listrik. Contohnya pada Mei 2026, Honda menawarkan program potongan harga untuk Honda ICON e: dan Honda CUV e:. Untuk Honda ICON e:, potongan yang ditawarkan mencapai Rp 6 juta. Sementara itu, Honda CUV e: mendapat potongan angsuran hingga Rp 24,087 juta. Motor listrik Honda Icon e di IIMS 2026 Kontribusi Masih Kecil Kresna Murti Dewanto Marketing Manager Astra Motor Jawa Tengah, kontribusi motor listrik terhadap penjualan Astra Motor Jawa Tengah masih relatif kecil. “Populasi motor listrik di Jawa Tengah masih kecil, sekitar 0,5–1 persen (dari seluruh penjualan Astra Motor di Jawa Tengah),” katanya. Namun demikian Kresna enggan menyebut angka secara spesifik. Dia juga tidak menyebut total penjaualan motor Honda di jawa Tengah periode Januari-Oktober 2026.