Sejumlah sepeda motor Honda sudah dilengkapi dengan fitur Eco Indicator yang terdapat pada panel instrumen. Fitur tersebut dirancang untuk membantu pengendara mengetahui apakah gaya berkendara yang dilakukan sudah berada pada kondisi efisien atau belum. Eco Indicator umumnya ditandai dengan lampu berwarna hijau pada panel instrumen. Ketika lampu menyala terang, artinya pengendara sedang berada pada kondisi berkendara yang dinilai efisien oleh sistem. Head of Technical Training PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, mengatakan, Eco Indicator merupakan fitur yang dapat menjadi panduan bagi pengendara untuk menerapkan gaya berkendara yang lebih hemat bahan bakar. Test ride Honda ADV160 Fungsi Eco Indicator pada Motor Honda Wahyu menjelaskan, Eco Indicator bukan sekadar indikator tambahan pada panel instrumen. Fitur tersebut berfungsi sebagai pengingat agar pengendara dapat mengatur gaya berkendara sehingga penggunaan bahan bakar lebih efisien. "Pengingat gaya berkendara untuk mengoptimalkan pembakaran mesin dan menekan emisi. Sehingga, membantu menjaga keawetan komponen mesin dan membantu menghemat bahan bakar," ujar Wahyu, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Dengan adanya indikator tersebut, pengendara dapat mengetahui kondisi berkendara secara langsung tanpa harus menghitung konsumsi bahan bakar setiap saat. Indikator ini juga dapat menjadi acuan bagi pengendara untuk membiasakan diri menjaga bukaan gas dan kecepatan pada kondisi yang lebih efisien. Test ride Honda Beat Deluxe Lampu Hijau Terang Menandakan Kondisi Paling Efisien Wahyu mengatakan, terdapat rentang kecepatan tertentu ketika Eco Indicator akan menyala hijau terang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sepeda motor sedang dioperasikan dalam kondisi yang dianggap irit bahan bakar. "Eco Indicator akan menyala di rentang kecepatan 30 km/jam hingga 60 km/jam, itu gaya berkendara yang irit BBM, itu berarti lampu Eco Indicatornya menyala hijau terang," kata Wahyu. Artinya, pengendara bisa menjadikan lampu tersebut sebagai panduan ketika berkendara, terutama saat melaju dengan kecepatan konstan. Test Ride Honda CB150 Verza Namun, bukan berarti pengendara harus memaksakan motor untuk selalu berada pada kecepatan tersebut. Kondisi jalan, lalu lintas, serta aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Lampu Mulai Redup Saat Kecepatan Lebih dari 60 km/jam Selain menyala hijau terang, intensitas cahaya Eco Indicator juga dapat berubah mengikuti kondisi berkendara. Wahyu menambahkan, ketika kecepatan motor mulai melebihi 60 km/jam, nyala lampu Eco Indicator akan mulai meredup. "Berarti kondisinya kalau redup itu hanya kondisi cukup efisien sih, enggak sampai kondisi paling efisien gitu," ujarnya. Dengan demikian, pengendara dapat memahami bahwa perubahan nyala lampu tersebut bukan menunjukkan adanya gangguan pada motor. Lampu yang mulai redup menjadi tanda bahwa kondisi berkendara sudah tidak berada pada tingkat efisiensi terbaik. Semakin agresif bukaan gas dan semakin tinggi kecepatan, konsumsi bahan bakar juga berpotensi meningkat. Meski demikian, Eco Indicator sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya patokan untuk menentukan konsumsi bahan bakar. Kondisi mesin, tekanan ban, beban kendaraan, kondisi jalan, hingga kebiasaan membuka dan menutup gas juga turut memengaruhi tingkat konsumsi bahan bakar. Dengan memahami fungsi Eco Indicator, pengendara setidaknya dapat menjadikan fitur tersebut sebagai pengingat untuk menerapkan gaya berkendara yang lebih halus dan efisien tanpa mengabaikan keselamatan.