Volkswagen (VW) dikabarkan tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan pertahanan asal Israel, Rafael Advanced Defense Systems. Kolaborasi itu disebut-sebut bakal mengubah fungsi pabrik mobil menjadi fasilitas produksi peralatan militer.Menurut laporan Financial Times, kedua pihak membahas kemungkinan mengonversi pabrik VW di Osnabruck, Jerman, untuk memproduksi komponen sistem pertahanan udara Iron Dome. Namun, VW membantah spekulasi tersebut dan mengklaim belum ada keputusan terkait produksi senjata di masa depan. "Produksi senjata oleh Volkswagen AG tetap dikesampingkan untuk masa depan, dan kami tidak terlibat dalam spekulasi mengenai rencana lebih lanjut untuk pabrik Osnabruck," ujar juru bicara tersebut, dikutip Kamis (26/3).Pabrik VW. Foto: AFP via Getty Images/DAVID HECKERNamun, karena pabrik Osnabruck direncanakan tutup tahun depan, maka pihaknya terus mempelajari berbagai opsi atau kemungkinan. Juru bicara itu juga mengaku sedang berbicara dengan berbagai 'pemain pasar' di dunia."Ini adalah bagian dari proses peninjauan terbuka untuk periode setelah 2027," kata juru bicara tersebut. "Saat ini, belum ada keputusan atau kesimpulan konkret mengenai arah masa depan lokasi tersebut. Kami juga terus memberikan informasi kepada karyawan setempat tentang status proses ini."Pabrik Osnabruck saat ini sedang menghadapi tekanan. VW berencana menghentikan produksi di fasilitas tersebut pada 2027 dan tengah mencari solusi cepat untuk menyelamatkan sekitar 2.300 pekerja.Saat ini, pabrik setempat memproduksi Volkswagen T-Roc Cabriolet, serta model Porsche Cayman dan Porsche Boxster. Perusahaan juga sempat memangkas jam kerja sebagai bagian dari efisiensi biaya.Langkah itu tak lepas dari kondisi industri otomotif Eropa yang sedang tertekan. VW bahkan berencana memangkas 50 ribu tenaga kerja di Jerman hingga 2030. Perusahaan menyebut, persaingan pasar makin berat, mulai dari transisi elektrifikasi hingga ketatnya persaingan dari produsen China.rafael advanced defense systems Foto: Doc. JpostDi sisi lain, sektor pertahanan justru berkembang pesat sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada tahun 2022. Situasi itu membuat belanja militer negara-negara di Eropa meningkat tiga kali lipat dari biasanya.Sebagai catatan, anak perusahaan VW, MAN, memproduksi truk militer bersama perusahaan pertahanan Jerman, Rheinmetall. Lantas, jika kemitraan dengan Rafael Advanced Defense Systems benar terjadi, maka VW akan kembali ke industri militer setelah terakhir kali memproduksi kendaraan militer dan bom untuk Nazi di Perang Dunia II.Meski demikian, sekali lagi, VW mengaku masih mengkaji berbagai opsi untuk masa depan pabrik Osnabruck, termasuk kemungkinan tetap memproduksi kendaraan. Selain itu, ada sejumlah tantangan seperti perizinan, pelatihan ulang pekerja, hingga keputusan individu karyawan apakah bersedia beralih ke industri militer.