Ketua Umum Periklindo Moeldoko mengkritik kebijakan insentif kendaraan listrik di Indonesia yang dinilai belum konsisten. Menurut dia, perubahan kebijakan yang kerap terjadi membuat pasar kendaraan listrik bergerak melambat karena pelaku industri dan konsumen memilih menunggu kepastian. Hal tersebut disampaikan Moeldoko saat peluncuran Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di Jakarta. “Sayangnya, kebijakan (terkait insentif EV) dari negara ini naik turun, tidak konsisten,” kata Moeldoko di Jakarta, Kamis (21/5/2026). Ia menilai, ketidakpastian insentif membuat dealer kesulitan menjual kendaraan listrik karena konsumen masih menunggu kejelasan aturan terbaru dari pemerintah. “Teman-teman diler sekarang menunggu karena barang tidak laku. Pembeli juga menunggu kapan subsidi pemerintah berlaku,” ujarnya. Menurut Moeldoko, kebijakan terkait kendaraan listrik seharusnya tidak diumumkan secara mendadak karena industri membutuhkan waktu untuk menyesuaikan strategi bisnis dan distribusi produk. Ilustrasi SPKLU mobil listrik di Tol Trans Jawa “Kebijakan ini mestinya jangan mendadak-mendadak, karena ini berkaitan dengan kesiapan dunia industri,” kata dia. Apresiasi Meski demikian, Moeldoko tetap mengapresiasi langkah pemerintah yang telah memberikan insentif untuk kendaraan listrik, termasuk sepeda motor listrik dan program konversi kendaraan berbasis listrik. “Pemerintah saat ini telah memberikan subsidi kepada para pengguna sepeda motor, para konversi, dan juga para pengguna mobil,” ujarnya. Moeldoko mengatakan, kendaraan listrik memiliki dampak positif tidak hanya bagi pengguna, tetapi juga bagi negara. Salah satunya melalui pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. “Kalau menggunakan kendaraan listrik, ada tiga kontribusi sekaligus, efisiensi kantong pribadi, lingkungan lebih bersih, dan pengurangan beban subsidi negara,” kata dia. Selain itu, ia menilai penggunaan kendaraan listrik juga berpotensi menciptakan lingkungan yang lebih sehat karena emisi kendaraan dapat ditekan. “Lingkungan yang bersih berdampak kepada kesehatan anak cucu kita. Ini sebuah legasi yang kita tinggalkan,” ujarnya. Moeldoko berharap pemerintah dapat menjaga konsistensi kebijakan kendaraan listrik agar pertumbuhan industri EV nasional bisa berjalan lebih cepat dan memberikan kepastian kepada pelaku usaha maupun masyarakat. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang