Pemerintah terus mematangkan pengembangan kawasan industri kendaraan nasional di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Proyek yang menjadi bagian dari upaya mewujudkan Mobil dan Motor Listrik Nasional itu kembali ditinjau Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU), Direktur Utama PT Pindad, dan Direktur Utama PT Len Industri pada Selasa (21/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan kawasan yang diproyeksikan menjadi salah satu instalasi strategis nasional. Kawasan itu dirancang sebagai ekosistem manufaktur otomotif terintegrasi, mulai dari fasilitas produksi kendaraan hingga industri pendukungnya. "Pembangunan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian industri, penguasaan teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan pelaksanaan ekonomi nasional berdasarkan Pasal 33 UUD 1945," tulis Sjafrie dalam keterangan di akun Instagram-nya, Rabu (22/7/2026). Kapasitas Produksi Kawasan industri di Subang akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti pabrik baterai, pusat penelitian dan pengembangan (research and development/R&D), lintasan pengujian kendaraan, jaringan logistik berbasis kereta api, serta industri pendukung lainnya. Pada tahap awal, kawasan tersebut dibangun di atas lahan seluas 60 hektar dengan target kapasitas produksi mencapai 50.000 unit kendaraan per tahun. Dalam jangka panjang, pengembangannya direncanakan meluas hingga 539 hektar. Dengan perluasan tersebut, kapasitas produksi ditargetkan meningkat menjadi 300.000 unit kendaraan setiap tahun. Sjafrie menilai pembangunan kawasan industri ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat kemandirian industri nasional sekaligus mempercepat penguasaan teknologi. Sebelumnya, proyek Mobil Nasional merupakan salah satu agenda yang didorong Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menargetkan Indonesia tidak hanya menjadi pasar otomotif, tetapi juga mampu memproduksi kendaraan secara mandiri melalui penguatan industri dan penguasaan teknologi. Ilustrasi pabrik mobil Dukung kepentingan pertahanan Selain meninjau perkembangan kawasan industri kendaraan nasional, pemerintah juga membahas pemanfaatan infrastruktur jalan tol untuk mendukung kepentingan pertahanan. Salah satu rencana yang dikaji ialah menyiapkan ruas tol tertentu agar dapat difungsikan sebagai landasan sementara pesawat dalam kondisi darurat. Menurut Sjafrie, pembangunan industri nasional, infrastruktur, dan sektor pertahanan harus berjalan secara terpadu agar mampu memperkuat kedaulatan sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia. "Sinergi antara pembangunan ekonomi, industri nasional, pertahanan dan kepentingan masyarakat harus dilaksanakan secara terpadu untuk memperkuat kedaulatan serta mewujudkan Indonesia yang mandiri," demikian bunyi keterangannya. Ambisi membangun Mobil Nasional sendiri sebelumnya telah ditegaskan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Mei 2026. Saat itu, Prabowo menyatakan Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk otomotif global dan harus mampu memproduksi mobil maupun sepeda motor sendiri dengan mengandalkan sumber daya manusia serta teknologi dalam negeri. "Kita harus industrialisasi, kita harus bikin mobil kita sendiri, kita harus bikin motor kita sendiri," ujar Prabowo.