BYD merupakan merek mobil listrik paling laku di Indonesia saat ini. Apalagi setelah meluncurkan Atto 1 dengan harga yang menarik, yang terjual lebih dari 9.000 unit pada Oktober 2025. Saat ini, BYD masih mendatangkan mobilnya secara utuh dari luar negeri. BYD Atto 1 menjajal jalanan Bandung-Garut. Paralel dengan hal tersebut, pabrikan asal China ini juga sedang menyelesaikan proses pembangunan pabrik yang berlokasi di Subang, Jawa Barat. Luther T Panjaitan, Head of Marketing Communication PT BYD Motor Indonesia, mengatakan bahwa sesuai dengan komitmen BYD kepada Pemerintah Indonesia, pabrik harus selesai dibangun maksimal tahun ini. "Harus bisa beroperasi juga di tahun depan. Kita sudah investasi besar, memang ingin sesegera mungkin untuk mengutilisasi, tapi ada proses-proses yang di luar kontrol kita," kata Luther di Jakarta, Minggu (23/11/2025). Proses yang dimaksud Luther mencakup sertifikasi, kepastian quality check, hingga sistem penjualan dan kementerian terkait. Luther menjanjikan semuanya masih sesuai rencana dan mulai produksi pada awal tahun depan. "Kita akan umumkan langsung segera setelah semuanya komplet. Kita sangat yakin, di kuartal I kita bisa langsung memanfaatkan fasilitas itu," kata Luther. Luther berkaca pada penjualan bulanan BYD di Indonesia yang bisa mencapai 10.000 unit. Fasilitas produksi BYD di Indonesia memiliki kapasitas 150.000 mobil per tahun, sehingga sudah bisa memenuhi kebutuhannya. Untuk model apa yang akan diproduksi pertama kali, Luther hanya menyebutkan model yang volume maker. Bisa jadi Atto 1, M6, atau Sealion 7 yang memang cukup diminati di Indonesia. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.