Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI) sekaligus Mantan Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, meyakini target Indonesia untuk memproduksi mobil nasional dalam tiga tahun ke depan akan tercapai. Menurut Bamsoet, panggilan akrabnya, langkah tersebut bukan sekadar ambisi politik, tetapi juga tonggak penting bagi kebangkitan industri otomotif dalam negeri. "Rencana besar ini harus dibaca sebagai momentum kebangkitan industri otomotif Indonesia yang sesungguhnya, karena kita sudah memulainya dengan karya anak bangsa di Pindad seperti mobil Maung dan Garuda," katanya dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Kamis (23/10/2025). "Setelah puluhan tahun menjadi pasar dan perakit kendaraan dari luar negeri, sudah saatnya Indonesia melahirkan mobil nasional yang benar-benar lahir dari rancangan, teknologi, dan sumber daya manusia bangsa sendiri," lanjut dia. Bamsoet, yang juga kerap menggunakan Maung 4x4 generasi ke-2, menekankan bahwa pengembangan mobil nasional harus mengikuti tren masa depan, yaitu elektrifikasi dan digitalisasi. Dengan cadangan nikel terbesar di dunia, Indonesia memiliki keunggulan untuk mendukung produksi kendaraan listrik sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi berbasis manufaktur. Rencana kehadiran mobil nasional sendiri sempat disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna yang diikuti oleh seluruh jajaran Kabinet Merah Putih pada Senin (20/10/2025). Dalam sidang tersebut, Prabowo menyebut mobil buatan dalam negeri itu sebagai "jip" buatan Indonesia. Dana maupun lahan tempat berdirinya pabrik pembuat mobil itu juga disebut Prabowo sudah dialokasikan dan disiapkan oleh pihaknya. "Saya sudah alokasikan dana, sudah kita siapkan lahan untuk pabrik-pabriknya. Sedang bekerja sekarang tim. Kita sudah menghasilkan jip buatan Indonesia," ujar Prabowo dalam pidatonya, Senin (20/10/2025). "Belum merupakan prestasi, tapi sudah kita mulai rintis. Kita akan punya mobil buatan Indonesia dalam tiga tahun yang akan datang," tambahnya. Sejarah mobil nasional di Indonesia memang pernah dimulai dengan Mobil Timor pada era 1990-an. Penampakan kendaraan Presiden RI Prabowo Subianto usai dilantik di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Minggu (20/10/2024). Meski sempat populer, Timor sejatinya merupakan rebadge dari KIA Sephia asal Korea Selatan dan produksinya berhenti pasca-krisis moneter 1998. Dengan dukungan pemerintah dan sinergi berbagai pihak, Indonesia diharapkan akan memiliki mobil buatan sendiri yang membanggakan, tidak hanya bagi pejabat dan aparat negara, tetapi juga seluruh masyarakat. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.