Langkah agresif dalam menyongsong era elektrifikasi global terus ditunjukkan oleh produsen otomotif asal Malaysia, Proton. Merek mobil nasional negeri jiran tersebut resmi mengumumkan rencana ekspansi kapasitas operasional pabrik perakitan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) baru mereka di Tanjung Malim. Rencana perluasan ini dilakukan setelah melihat tingginya permintaan pasar terhadap lini produk elektrifikasi teranyar mereka, eMas. Nilai investasi yang dialokasikan untuk proyek intervensi kapasitas ini tidak main-main, yakni mencapai RM 37 juta (sekitar Rp 128 miliar). Menariknya, keputusan strategis ini diambil hanya berselang sembilan bulan setelah fasilitas perakitan modern tersebut pertama kali resmi beroperasi. Proton mulai ekspansi pabrik kendaraan listrik Genjot Produksi Dua Kali Lipat Sebagai informasi, pabrik EV senilai RM 82 juta yang berdiri di atas lahan seluas 5,57 hektar di dalam kompleks utama Proton Tanjung Malim ini awalnya dirancang untuk kapasitas tahap pertama sebesar 20.000 unit per tahun. Namun, lewat proyek perluasan yang dipercepat ini, kapasitas produksi tahunan fasilitas tersebut diproyeksikan melonjak drastis menjadi 42.000 unit. Saat ini, pabrik tersebut mempekerjakan sekitar 391 karyawan. Dengan adanya penambahan fasilitas baru, pihak pabrikan memastikan bakal ada pembukaan lapangan kerja baru guna mendukung akselerasi produksi massal tersebut. Akselerasi ini dipicu oleh performa impresif eMas 5 di pasar domestik. Berdasarkan data internal perusahaan, eMas 5 sukses mencatat angka pengiriman sebanyak 8.472 unit dalam empat bulan pertama tahun 2026. Raihan tersebut mengukuhkan posisinya sebagai model EV terlaris di Malaysia dengan selisih angka yang sangat signifikan dibanding kompetitornya. Proton mulai ekspansi pabrik kendaraan listrik Demi memangkas inden dan mempercepat distribusi ke tangan konsumen, lini produksi lokal tidak akan bekerja sendirian. Model SUV listrik eMas 5 akan segera ditemani oleh saudaranya, eMas 7, untuk dirakit di jalur perakitan yang sama. Jika diakumulasikan, kombinasi penjualan eMas 5, eMas 7, serta eMas 7 PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) sukses menyumbang total penjualan kendaraan elektrifikasi Proton sebanyak 11.617 unit sepanjang periode Januari hingga April 2026. Angka performa ini merepresentasikan lonjakan pertumbuhan yang fantastis, yakni sebesar 329 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Komitmen Ekosistem dan Hubungannya dengan Indonesia Menanggapi fenomena pertumbuhan yang masif ini, Wakil CEO Proton, Datuk Abdul Rashid Musa, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem elektrifikasi. “Permintaan pelanggan telah melampaui proyeksi awal kami, dan ini telah mempercepat rencana kami untuk melokalisasi kapasitas produksi. Selain meningkatkan volume produksi, investasi ini juga mencerminkan komitmen Proton untuk membantu mengembangkan ekosistem EV Malaysia,” ujar Abdul Rashid, dikutip dari Paultan.org, Rabu (3/6/2026). Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa langkah lokalisasi ini memiliki dampak domino yang positif bagi industri hilir otomotif setempat. “Dengan memperluas aktivitas perakitan lokal, kami juga menciptakan peluang untuk pengembangan bakat, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan rantai pasokan otomotif lokal seiring Malaysia bergerak menuju masa depan yang lebih terlistrikkan,” kata Rashid. Proyek mobil nasional I2C yang digarap oleh PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) Update Mobil Nasional di Indonesia Berbeda dengan Malaysia, Indonesia bahkan belum memulai produksi mobil nasional. Status mobil listrik nasional masih dalam tahap pengembangan dengan hadirnya Indigenous Indonesian Car (i2C). Mobil konsep dengan bentuk SUV tersebut sudah dipamerkan ke publik. Rencananya, SUV listrik 7-penumpang ini akan diproduksi dengan menggandeng fasilitas milik pabrikan yang ada di Indonesia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang