Pemerintah terus mempersiapkan program mobil nasional (Mobnas) yang nantinya tidak hanya digunakan untuk kebutuhan instansi pemerintah, tetapi juga menyasar konsumen retail. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Setia Diarta mengatakan, penugasan program Mobnas diberikan kepada PT Pindad. "Penugasan program Mobnas juga itu diberi mandat pada PT Pindad, dan sama seperti Molinas, Mobnas juga tetap melibatkan pemain brand dalam hal untuk menyiapkan kebijakan terkait dengan Molinas dan Mobnas," ujar Setia, dalam rapat dengar pendapat Panja Komisi VII DPR RI yang disiarkan daring (9/9/2026). TMI mendapat mandat Presiden RI kembangkan mobil nasional dengan IP lokal, target produksi massal pada 2027-2028. Menurut dia, tahapan persiapan produksi di Subang saat ini masih berupa line clearing. Setelah seluruh persiapan selesai, Pindad ditargetkan mulai menjalankan produksi massal Mobnas pada 2028. "Adapun roadmap nanti untuk besarnya Mobnas ini, saat ini mereka masih line clearing dan itu akan mengokupasi di Subang, dan operasional mereka akan mulai mass production itu di 2028," kata Setia. Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Menhan Perancis, Sebastian Lecornu menumpangi Maung MV3 Komando VVIP-Hard Top untuk ke kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (31/1/2024). Mobnas Bakal Diproduksi di Subang Pengembangan fasilitas di Subang menjadi salah satu tahapan penting sebelum Mobnas Pindad masuk ke produksi massal. Berdasarkan rencana pemerintah, proses line clearing dilakukan pada periode 2025–2026. Setelah itu, fasilitas tersebut ditargetkan siap digunakan untuk produksi kendaraan yang menyasar konsumen umum. Artinya, Mobnas untuk pasar publik atau komersial belum akan diproduksi secara massal dalam waktu dekat. Target yang dipatok pemerintah adalah akhir 2028. Sementara itu, Pindad sebenarnya sudah memiliki pengalaman memproduksi kendaraan dalam jumlah tertentu untuk kebutuhan Kementerian Pertahanan (Kemenhan). PT Pindad kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi kendaraan militer nasional melalui kehadiran MV3-EV Pandu Sudah Produksi untuk Kemenhan Untuk diketahui, pengembangan Mobnas awalnya ditujukan bagi pasar komersial. Sementara itu, Kementerian Perindustrian juga memberikan dukungan dari sisi riset dan pengembangan atau research and development (R&D). Dukungan tersebut salah satunya diberikan melalui fasilitas insentif Super Tax Deduction, yang diharapkan dapat mendorong pengembangan teknologi serta kemampuan industri dalam negeri. "Memang Pindad saat ini sekitar 3.600-an unit itu kan sudah untuk Kemenhan. Dan 10.000 lagi itu memang diproduksi di luar Pindad, melibatkan industri pabrik lain lokal yang bekerja sama dengan kita," ujar Setia. Dengan demikian, pemerintah tidak hanya menargetkan lahirnya kendaraan dengan merek nasional, tetapi juga membangun ekosistem industri yang melibatkan pelaku usaha lokal dalam proses produksinya.