Pameran otomotif seperti Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) umumnya dimanfaatkan para produsen untuk memperkenalkan produk maupun teknologi terbaru. Namun, PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) justru tidak menghadirkan mobil nasional I2C pada GIIAS 2026, setelah sempat memamerkan purwarupanya pada penyelenggaraan tahun lalu. I2C atau Indigenous Indonesian Car merupakan embrio kendaraan listrik asli Indonesia yang dikembangkan TMI. Model berkonfigurasi SUV tujuh penumpang tersebut pertama kali diperkenalkan kepada publik pada GIIAS 2025. Mobil listrik konsep I2C di GIIAS 2025. Tunggu Arah pemerintah Presiden Direktur PT TMI Harsusanto mengatakan, absennya I2C di GIIAS 2026 berkaitan dengan kelanjutan proyek yang melibatkan berbagai pihak. "Setelah GIIAS 2025 TMI mengajukan supaya i2C masuk dalam PSN, dan sudah disetujui oleh Kemenperin dan diajukan ke Bappenas," kata Harsusanto dihubungi Kompas.com, Jumat (7/8/2026). Menurut dia, setelah melalui proses tersebut, pemerintah memutuskan proyek strategis nasional (PSN) tersebut berada di bawah Pindad, sementara TMI berperan sebagai mitra dalam pengembangannya. "Pemerintah memutuskan PSN diberikan ke Pindad dan TMI bekerjasama dengan Pindad. TMI sudah beberapakali bertemu dengan Pindad dan TMI masih menunggu bagaimana pola pengembangan kendaraan listrik dari Pindad," ujarnya. Proyek mobil nasional I2C yang digarap oleh PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) Tak hanya itu, TMI juga masih menunggu arahan lanjutan dari pemerintah. Sesuai arahan Presiden, perusahaan diminta berdiskusi dengan CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani. Namun, hingga kini pertemuan tersebut belum terlaksana. "Demikian juga sesuai arahan Presiden supaya TMI bisa berdiskusi dengan Bapak Rosan Roeslani/Danantara. Sayang sampai sekarang belum bisa bertemu karena mungkin kesibukan Bapak Rosan Roeslani," kata Harsusanto. "Sehingga TMI memutuskan tidak ikut di ajang GIIAS 2026 mengingat masih menunggu Pindad dan arahan Pak Rosan," ujarnya. Presiden RI Prabowo Subianto memamerkan cikal bakal mobil nasional Mandat Presiden Sebagai informasi, pengembangan i2C bermula setelah TMI mendapat mandat untuk merancang kendaraan listrik dengan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) lokal. Harsusanto sebelumnya mengungkapkan, gagasan tersebut lahir dari pembicaraannya dengan Presiden Prabowo Subianto saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan mengenai pentingnya kemandirian industri nasional. Dari arahan tersebut, TMI membentuk tim I2C untuk mengembangkan kendaraan listrik karya anak bangsa. Purwarupa yang dipamerkan pada GIIAS 2025 mengusung desain SUV tujuh penumpang dan diproyeksikan menjadi cikal bakal mobil nasional berbasis listrik.