Kesiapan industri otomotif dalam menghadapi target produksi massal sedan listrik pada 2028 dinilai tidak bisa dilihat secara sederhana. Wakil Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, mengatakan industri otomotif memiliki rantai pasok panjang yang melibatkan banyak pelaku usaha dari hulu ke hilir. "Kesiapan industri itu harus ditanyakan ke Presiden. Karena industri otomotif itu industri yang supply chain-nya banyak. Kayak kita nih sekarang yang konvensional otomotif mungkin ada 1.000 perusahaan di balik itu," kata Bob di Jakarta, Selasa (15/4/2026). Pabrik mobil PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang, Jawa Barat. Menurut dia, dalam konteks kendaraan listrik, fokus utama pengembangan justru berada pada kesiapan komponen kunci, bukan sekadar perakitan kendaraan. Ia menjelaskan, berbeda dengan mobil konvensional yang memiliki banyak komponen, kendaraan listrik lebih bergantung pada beberapa bagian utama. "Jadi yang paling kunci adalah mempersiapkan supply chain-nya. Kalau mobil listrik itu seperti kita sampaikan, komponen kuncinya adalah baterai, lithium, axle, motor," jelasnya. Selain itu, Bob juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung, khususnya stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Ia menilai, insentif sebaiknya difokuskan pada pengembangan infrastruktur tersebut agar adopsi kendaraan listrik bisa berjalan lebih optimal. "Kalau mau kasih insentif mestinya charging station yang dikasih insentif. Karena nanti persoalannya itu charging. Apalagi yang fast charging itu harganya cukup mahal," katanya. "Harus dihitung juga berapa pembangkit listrik yang juga harus dibangun," lanjut Bob. Presiden RI Prabowo Subianto bertolak ke Rusia dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026) malam. Sebagai informasi, pemerintah sebelumnya menargetkan produksi massal mobil sedan listrik pada 2028 sebagai bagian dari percepatan pengembangan industri kendaraan listrik nasional. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan, target tersebut menjadi bagian dari rencana besar pengembangan industri kendaraan listrik di dalam negeri. sangat penting dan memang rencana kita, saya berharap di tahun 2028 kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik," ucap Prabowo, Kamis (9/4/2026). Selain itu, pemerintah juga menargetkan peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan listrik hingga 60 persen dalam beberapa tahun ke depan, guna memperkuat industri nasional dan mengurangi ketergantungan impor. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang