Marc Marquez mengakui kesalahannya usai menyeret Fabio Di Giannantonio keluar dalam Sprint race MotoGP Amerika 2026 di Circuit of The Americas (COTA), Minggu (29/3) dini hari. The Baby Aliens menjelaskan tidak ada niat untuk menyalip.Marquez menegaskan bahwa insiden itu murni akibat kesalahan kalkulasi teknis terkait aliran udara (slipstream) dari motor-motor di depannya."Saya membuat kesalahan besar, karena di tikungan 12 saya tidak mengkalkulasi dengan baik efek slipstream dari tiga motor di depan saya," aku Marquez dikutip dari Crash. Marc Marquez merinci detik-detik saat kehilangan kendali motornya."Saat saya mulai mengerem, pada satu momen ban belakang saya selip, lalu ban depan mulai terkunci (lock). Saya mencoba mencari jalan keluar dari situasi itu, tapi membuang motor ke arah luar lintasan tidak mungkin dilakukan. Akhirnya saya mencoba masuk dan berbelok, namun saat di titik apex, ada sedikit perubahan kemiringan lintasan (banking) yang membuat saya kehilangan kendali ban depan," kata dia.Manuver Marquez di Sprint MotoGP Amerika itu membuatnya jatuh dan menyeret Fabio Di Giannantonio ke luar lintasan."Aku tidak berpikir untuk menyerang (melakukan overtake), karena aku tahu Diggia punya kecepatan (pace) yang bagus untuk berada di depan," katanya."Aku hanya tidak punya pilihan lain. Aku tidak bisa mengerem motor dengan baik karena terkena slipstream dari tiga motor di depan, tapi rencananya memang bukan untuk menyerang."Marquez mengakui bahwa hubungan mereka sempat tegang dengan Diggia sesaat setelah kejadian. "Ya, dia marah. Saya memahaminya, dan saya hanya bisa meminta maaf," ungkapnya singkat.Marc Marquez dianggap bersalah memicu crash dan dijatuhi sanksi penalti long lap pada balapan utama. Pebalap asal Spanyol itu sebelumnya sudah mengaku pantas dihukum.Di sisi lain, Diggia memilih untuk tetap tenang dan tidak menunjukkan kemarahan di depan publik. Alih-alih meratapi kecelakaan tersebut, ia lebih memilih merayakan keberhasilannya menyalip juara dunia delapan kali itu sebelum insiden terjadi."Saya rasa saya telah melakukan aksi salip yang hebat. Tidak mudah menyalip di sana, apalagi terhadap pembalap kuat seperti Marc," tutur Diggia.