Pergerakan harga minyak dunia tidak hanya berdampak pada harga bahan bakar. Kenaikan harga minyak juga dapat merembet ke industri manufaktur, melalui harga bahan baku plastik yang digunakan untuk memproduksi berbagai komponen kendaraan. Hal ini turut dirasakan produsen komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA). Emiten yang memproduksi komponen untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Direktur PT Dharma Polimetal Tbk, Darmawan Widjaja, mengatakan perubahan harga bahan baku akan berpengaruh terhadap biaya produksi komponen. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) ikut memeriahkan ajang Automechanika Jakarta 2026 Ketika harga bahan baku naik, produsen komponen pada akhirnya perlu melakukan penyesuaian harga kepada konsumen. “Oh ada, pasti ada. Begitu dia naik, ya kita juga minta ke konsumen untuk naik. Nah, tinggal sejauh mana, secepat apa mereka bisa adjust harganya," katanya di Automechanika Jakarta 2026, di Tangerang, Jumat (25/9/2026). Darmawan menjelaskan, kenaikan harga minyak dunia memiliki pengaruh terhadap harga plastik. Pasalnya, plastik merupakan salah satu produk turunan dari minyak. "Gini, kita lihat saja. Harga minyak kan swing-nya jauh. Nah, itu kira-kira ya ada angka itulah. Karena kan tergantung harga minyaknya. Turunannya plastik itu kan dari minyak,” kata Darmawan. Cairan trim restorer, bisa bikin bodi plastik menjadi hitam pekat kembali Kenaikan Ketika harga minyak mengalami perubahan signifikan, industri yang menggunakan bahan turunan minyak seperti plastik berpotensi terkena dampak. Dampak tersebut kemudian masuk ke dalam struktur biaya produksi komponen otomotif, khususnya komponen yang menggunakan material plastik. Darmawan tidak menyebut angka pasti namun kenaikan harga bahan baku plastik yang dirasakan industri komponen otomotif bahkan bisa lebih dari 30 persen. “Ada yang lebih. Jadi, ya, tapi kan itu dirasakan oleh semua supplier. Semua supplier plastik pasti sama. Enggak usah begitu, bungkus plastik saja naiknya kan jauh,” ujar Darmawan. dasbor mobil Komponen Plastik Penggunaan material plastik pada kendaraan cukup luas. Material ini tidak hanya digunakan untuk komponen berukuran kecil, tetapi juga bagian yang besar. Material plastik terdapat pada sejumlah bagian eksterior dan interior kendaraan, termasuk bodi dan dashboard. Darmawan mengatakan, karakter penggunaan kedua komponen tersebut berbeda. Bodi yang berada di bagian luar lebih rentan mengalami kerusakan akibat benturan, sehingga kebutuhan komponen pengganti relatif lebih tinggi. "Mengenai bodi atau dashboard, mungkin sebenarnya begini ya. Bodi itu yang plastik. Sudah pasti kan bagian luar, ya. Sudah pasti yang sering, dong, ada saja kesenggol apa," katanya. "Nah, di situ yang jadi berat kalau untuk replacement. Kalau dashboard, berapa persen yang ditabrak orang? Jarang, kan,” kata Darmawan.