- Akhir tahun 2025 lalu, bencana banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Sumatera menyisakan kerusakan materiil yang sangat masif, termasuk menenggelamkan dan merusak ratusan unit kendaraan roda empat. Salah satu unit yang terdampak paling parah adalah Mitsubishi Xpander asal Aceh. Kala itu, mobil tersebut dibeli bengkel spesialis Beli Mobil Rusak (BMR) di Pondok Gede dalam kondisi yang sangat mengenaskan karena seluruh bodinya tertutup tanah dan dipenuhi lumpur pekat. Setelah melalui proses restorasi total yang memakan waktu hingga hitungan bulan, Alvian Akmal, pemilik bengkel BMR, akhirnya berhasil menghidupkan kembali Low MPV yang sempat divonis hancur tersebut. Bukan Sekadar Bekas Banjir Biasa Alvian menceritakan, sepanjang kariernya ia sudah sangat akrab dengan urusan mereparasi mobil yang terendam air. Tercatat, ia sudah lebih dari 100 kali membeli dan memperbaiki mobil bekas banjir. Namun, Xpander asal Aceh ini memberikan cerita dan tantangan yang sangat berbeda. "Mobilnya dari Aceh, ditawari, ada Xpander hancur. Ya enggak apa-apa kita memang terima mobil seperti itu. Pas kita bongkar, ini bukan habis banjir, sudah pasti kena bencana," kata Alvian kepada Kompas.com saat awal menerima mobil tersebut. Jika pada kasus banjir konvensional masih banyak komponen interior atau kelistrikan yang bisa diselamatkan, kondisi Xpander ini justru sebaliknya. Mobil ini seperti terombang-ambing di dalam gulungan arus air dan material longsoran. "Kaca depan pecah, door trim, dashboard, itu tanah semua isinya," ucap Alvian. Mitsubishi Xpander bekas bencana di Aceh yang sudah diperbaiki BMR Drama Mesin dan Transmisi Jebol Proses pembersihan lumpur ekstrem hanyalah permulaan. Tantangan terberat justru muncul ketika tim mekanik BMR mulai menyisir sektor mekanikal. Karena sempat terombang-ambing banjir dan posisinya terbalik, ruang mesin dan girboks otomatisnya mengalami kerusakan fatal. "Sekitar 3 sampai 4 bulan ya (pengerjaannya). Nah, ini kemarin jadi bukan kita cuma ngerjain kelistrikan doang. Ini mobil juga jebol di mesin, jebol di transmisi, ini full rusak total. Nah, itu makanya lumayan makan waktu kan," ujar Alvian saat ditemui kembali di bengkelnya, belum lama ini. Alvian menjelaskan, penanganan sektor dapur pacu terpaksa dilakukan berulang kali karena kerusakannya saling merembet. Mitsubishi Xpander bekas bencana di Aceh yang sudah diperbaiki BMR "Jadi kita ngerjain satu-satu, dibersihkan, ini sudah beres, ternyata mesinnya trouble, kita harus bongkar lagi mesin, gitu kan. Pas sudah beres di mesin, ternyata matic-nya, makanya kita bongkar lagi total. Karena kan kemarin dia ke bawah (terbawa) ombak dan kebolak-balik juga kan," tuturnya. Dijual Murah dan Dibekali Garansi Kini, Xpander eks-bencana tersebut sudah kembali tampil klimis dan fungsional seperti sediakala. Sesuai dengan rencana awalnya, Alvian melepas unit teresbut ke pasar dengan banderol harga yang jauh di bawah pasaran normal. Langkah ini dinilai bisa menjadi solusi bagi konsumen yang mengincar mobil tahun muda namun terkendala dana. Mitsubishi Xpander bekas bencana di Aceh yang sudah diperbaiki BMR "Contohlah ini, ini kan pasaran mungkin Rp 160 juta sampai Rp 170 jutaan kan. Kita paling jual Rp 120 jutaan. Ada selisih Rp 50 jutaan ke atas," sebut Alvian. Meski harganya miring, Alvian memastikan konsumen tidak perlu waswas mengenai durabilitas jangka panjangnya. Karena pengerjaan mesin dan kelistrikan ditangani secara total dari nol, ia berani menjamin kualitas mobil rakitannya. "Saya berani kasih garansi ke konsumen. Kita garansi kelistrikan dan mesin. Misalnya kita garansi 6 bulan buat listrik atau di 30.000 kilometer. Ini benar-benar customer pakai insya Allah enggak akan ada trouble," pungkas Alvian.