Joan Mir harus menerima kenyataan pahit usai kehilangan podium MotoGP Catalunya akibat penalti tekanan ban. Pebalap Honda HRC itu sebelumnya sempat finis kedua pada balapan yang berlangsung penuh drama di Sirkuit Barcelona. Balapan MotoGP Catalunya memang berlangsung tidak biasa setelah dua kali dihentikan akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco. Dalam balapan tersebut, Mir sebenarnya tampil cukup kompetitif. Ia berhasil finis di belakang Fabio Di Giannantonio yang meraih kemenangan pertamanya musim ini, serta di depan Fermin Aldeguer. Namun, tak lama setelah selebrasi podium, Mir mendapat penalti karena tekanan ban Michelin pada motornya berada di bawah batas minimum regulasi. Hukuman itu membuat hasil podium pebalap asal Spanyol tersebut dibatalkan. Saat menjalani tes resmi MotoGP Catalunya pada Senin, Mir akhirnya buka suara soal kejadian tersebut. “Saya merasa podium itu milik saya. Saya mengerti aturan dari Michelin, tapi dengan dua kali restart dan prosedur start cepat, tidak mudah menjaga tekanan ban tetap ideal. Ini harus jadi perhatian ke depannya, karena tidak normal kalau ada enam pebalap sampai diinvestigasi,” ujar Mir, dikutip dari Motosan.es, Rabu (20/5/2026). Potret Joan Mir mengenakan seragam Honda Mir juga menilai hukuman yang diterimanya terlalu berat mengingat balapan tidak berlangsung penuh. “Penalti ini terasa konyol. Saya tidak mendapatkan keuntungan apa pun, tapi hukumannya terlalu besar. Kami mendapat penalti maksimum seperti balapan penuh, padahal race hanya berlangsung 12 lap. Tapi ya, ini aturannya dan kami harus menerimanya,” kata Mir. Selain membahas penalti, juara dunia MotoGP 2020 itu juga menyoroti aspek keselamatan di Sirkuit Barcelona setelah insiden kecelakaan yang melibatkan Alex Marquez dan Zarco. Menurut Mir, kritik yang sebelumnya disampaikan Francesco Bagnaia dan Luca Marini soal Komisi Keselamatan MotoGP memang ada benarnya. “Apa yang dikatakan Pecco dan Luca itu benar. Kami memang jarang datang ke Komisi Keselamatan. Kami sudah membicarakan banyak hal, tapi sering kali tidak didengarkan. Akibatnya pebalap jadi kehilangan kepercayaan,” ujar Mir. “Tapi ini juga kesalahan kami karena tidak cukup keras menyuarakan pendapat. Mulai sekarang saya akan berusaha hadir di pertemuan Komisi Keselamatan. Itu satu-satunya momen di mana kami bisa bersatu dan menyuarakan kepentingan pebalap,” lanjutnya. Mir juga memberikan masukan terkait layout Sirkuit Barcelona, khususnya area tikungan pertama yang dinilai rawan memicu kecelakaan. “Secara umum, jarak menuju tikungan pertama harus dibuat lebih pendek. Mau masuk tikungan dalam gigi lima atau tiga, pertunjukannya tetap sama. Selain itu, aspal di sirkuit ini juga sudah cukup aus. Ditambah suhu dingin akhir pekan kemarin, jadi banyak pebalap terjatuh,” kata Mir. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang