Pemerintah terus memantau kesiapan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik seiring bertambahnya populasi mobil listrik di Indonesia. Fokus utama saat ini diarahkan pada ketersediaan stasiun pengisian di ruang publik, khususnya di jalan tol dan rest area, untuk mencegah risiko kendaraan kehabisan daya saat perjalanan jarak jauh. Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Rachmat Kaimuddin, mengatakan pengembangan infrastruktur pengisian daya selalu disesuaikan dengan pertumbuhan jumlah kendaraan listrik di pasar. Menurut Rachmat, saat ini jumlah mobil listrik di Indonesia diperkirakan masih berada di kisaran 170.000 unit. “Mobil listrik ini mungkin di Indonesia sekarang belum sampai 200 ribu, sekitar 170.000-an,” ujar Rachmat di Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026). Ia menjelaskan, sebagian besar pengguna mobil listrik masih mengandalkan pengisian daya di rumah. Sekitar 75 persen pemilik kendaraan listrik melakukan pengisian daya secara mandiri menggunakan fasilitas home charging. “Rata-rata sekitar 75 persen orang itu nge-charge di rumah. Kalau punya mobil listrik pasti punya listrik di rumah, dan biasanya mereka juga beli home charging,” katanya. SPKLU Center PLN Meski demikian, pemerintah menilai keberadaan stasiun pengisian daya di ruang publik tetap krusial, terutama untuk perjalanan jarak jauh. Rachmat menegaskan, ketersediaan charging station di jalan tol dan rest area menjadi perhatian utama agar pengguna tidak mengalami kendala di perjalanan. “Yang kita mau pastikan itu di tempat-tempat umum, terutama di jalan tol dan rest area, harus ada charging station. Jangan sampai ada orang stranded,” ujarnya. Untuk memastikan kecukupan infrastruktur tersebut, pemerintah secara rutin berkoordinasi dengan PT PLN (Persero). Evaluasi dilakukan dengan menyesuaikan jumlah kendaraan listrik yang beredar dengan kapasitas dan sebaran fasilitas pengisian daya yang tersedia. Menurut Rachmat, pemantauan biasanya diperketat menjelang periode libur panjang seperti Natal, Tahun Baru, dan mudik Lebaran. Pada momen tersebut, pemerintah bersama PLN kembali menghitung kebutuhan pengisian daya dan menambah kapasitas bila diperlukan. “Setiap ada libur besar, kita run lagi. Mobil listrik ada berapa di pasar, kebutuhannya kira-kira berapa, kapasitasnya cukup atau tidak, dan kalau perlu kita minta ditambah. Itu yang teman-teman PLN jalankan setiap tahun,” kata Rachmat. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang