Belum lama ini, sebuah video yang memperlihatkan seorang pengendara motor menjadi korban pembegalan berkedok debt collector viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, motor milik korban dibawa kabur oleh para pelaku. Sementara itu, korban hanya terduduk di pinggir jalan setelah kendaraannya dirampas. Video itu diunggah akun Instagram @dashcamindonesia pada Rabu (26/8/2026). Berdasarkan keterangan dalam unggahan, peristiwa tersebut disebut terjadi di kawasan Cipinang Muara, Jakarta Timur. "Korban disebut dihentikan oleh ketiga pelaku sebelum sepeda motornya dibawa pergi. Sementara korban ditinggalkan di pinggir jalan dan sempat berusaha meminta pertolongan kepada pengendara lain, namun tidak mendapat bantuan," tulis keterangan pada unggahan tersebut. Kejadian tersebut menjadi pengingat bagi pengendara untuk tetap tenang ketika menghadapi orang tidak dikenal yang berusaha menghentikan kendaraan di jalan. Pasalnya, situasi seperti ini tidak selalu mudah dikenali. Pelaku bisa saja mengaku sebagai pihak leasing atau debt collector, sehingga pengendara perlu berhati-hati sebelum memutuskan untuk berhenti atau mengikuti permintaan mereka. Jangan Panik dan Hindari Konfrontasi Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana, mengatakan, keselamatan pengendara harus menjadi prioritas utama ketika menghadapi situasi yang mencurigakan atau berpotensi mengancam. "Kalau diberhentikan orang yang tidak dikenal dan situasinya terasa mencurigakan atau mengancam, usahakan jangan terpancing untuk melakukan perlawanan atau konfrontasi demi keselamatan nyawa kita," ujar Agus, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Menurut Agus, apabila kondisi masih memungkinkan, pengendara sebaiknya tidak berhenti di lokasi yang sepi atau langsung mengikuti instruksi orang tidak dikenal. Sebaliknya, arahkan kendaraan menuju lokasi yang ramai dan memiliki petugas keamanan. Ilustrasi pria dibegal. "Namun, jika situasinya masih memungkinkan, segera arahkan kendaraan ke tempat yang ramai dan aman, seperti kantor polisi, SPBU, atau lokasi yang ada petugas keamanan," kata Agus. Keberadaan orang lain maupun petugas keamanan dapat menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko terjadinya tindak kekerasan atau perampasan. Jangan Pertahankan Kendaraan Jika Nyawa Terancam Meski kehilangan kendaraan tentu menjadi kerugian besar, Agus mengingatkan agar pengendara tidak memaksakan diri mempertahankan motor apabila para pelaku sudah menunjukkan ancaman yang membahayakan. Terlebih jika pelaku membawa senjata tajam atau jumlahnya lebih banyak dari korban. "Tapi, kalau situasinya sudah mengancam keselamatan, lebih baik jangan memaksakan mempertahankan kendaraan apalagi jika mereka membawa senjata tajam," ujar Agus. Setelah berada di lokasi yang aman, korban sebaiknya segera mencari bantuan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. "Selalu utamakan keselamatan diri, kemudian segera cari bantuan dan laporkan kejadian kepada pihak kepolisian, yang penting tetap waspada, tenang, dan selalu cari aman," kata Agus. Jika Mengaku Debt Collector, Arahkan ke Tempat Ramai Agus juga memberikan perhatian khusus terhadap modus pelaku yang mengaku berasal dari perusahaan leasing atau debt collector. Pengendara tidak disarankan berhenti begitu saja di tengah jalan atau di lokasi yang sepi hanya karena diminta oleh seseorang yang mengaku sebagai petugas penagihan. "Jika mereka mengaku dari leasing maupun debt collector (DC), segera arahkan motor ke tempat ramai dan aman jangan berhenti di tengah jalan. Lalu, minta bukti surat tugasnya dan minta bantuan orang lain agar tidak terjadi korban penipuan begal berkedok leasing atau DC," ujarnya. Dengan demikian, kewaspadaan tetap menjadi kunci ketika menghadapi situasi semacam ini. Pengendara perlu menjaga ketenangan, menghindari konfrontasi yang berisiko, serta sebisa mungkin menuju tempat ramai apabila masih memungkinkan. Sebab, dalam kondisi darurat, keselamatan diri harus selalu ditempatkan di atas upaya mempertahankan kendaraan.