Insiden ambruknya tribun penonton VIP saat gelaran Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Speed Fest di Kompleks GOR Satria, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan dalam penyelenggaraan ajang otomotif. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (27/7/2026) itu mengakibatkan puluhan penonton mengalami luka-luka. Berdasarkan data yang disampaikan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, jumlah korban mencapai 75 orang. "Total korban luka berat dan ringan sebanyak 75 orang. Selain ke tiga rumah sakit yang tadi saya sebutkan, juga ada yang dibawa ke rumah sakit lain," kaya Sadewo, dikutip dari , Senin (27/7/2026). Meski penyebab ambruknya tribun masih dalam proses penyelidikan, insiden tersebut menjadi sorotan terkait pentingnya penerapan standar keselamatan, bukan hanya di area lintasan, tetapi juga pada seluruh fasilitas pendukung perlombaan. Aksi memukau drifter kembar usia 13 tahun, Alby dan Athariz Keselamatan Bukan Hanya untuk Pebalap Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, setiap penyelenggaraan ajang balap, termasuk drifting, seharusnya memiliki standar keselamatan yang berlaku untuk seluruh elemen yang terlibat dalam acara. Menurut dia, aspek keselamatan tidak hanya ditujukan kepada pebalap, tetapi juga penonton, marshal, panitia, hingga seluruh petugas yang bertugas selama perlombaan berlangsung. "Seharusnya seluruh elemen, supporting dari satu main event, apa saja (tidak hanya drifting), itu standar safety-nya harus ada. Baik untuk pengunjung maupun kepada peserta," kata Jusri. Ia menambahkan, standar keselamatan juga harus mencakup para marshal, komite penyelenggara, hingga seluruh pelaksana yang berada di area perlombaan. Menurut Jusri, seluruh pihak tersebut harus memahami prosedur keselamatan yang telah disiapkan penyelenggara agar dapat bertindak cepat ketika terjadi situasi darurat. "Pengunjung kemudian, marshal atau komiti daripada racing komitinya atau drifting komitinya, pelaksana disitu itu harus ada," kata Jusri. Empat putra daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) akan diberangkatkan ke Malaysia untuk bertugas dalam ajang Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) yang berlangsung pada 14-15 September 2024 di Sepang International Circuit. Emergency Response Plan Tak Boleh Diabaikan Selain keselamatan di area perlombaan, Jusri menilai setiap event otomotif wajib memiliki Emergency Response Plan (ERP) atau rencana tanggap darurat yang jelas. Menurut dia, keberadaan ERP menjadi bagian penting untuk memastikan setiap insiden dapat ditangani dengan cepat sehingga risiko korban dapat ditekan. "Standar-standar itu termasuk hal-hal yang jadi bagian dari respon tangkap darurat atau ERP (Emergency Respon Plan)." Jusri menilai masih banyak penyelenggaraan balap di daerah yang belum memiliki sistem penanganan darurat yang optimal. Akibatnya, ketika terjadi kecelakaan atau insiden di arena, proses evakuasi sering kali berjalan lambat. "Karena kita sering baca sering dapat informasi penyelenggaran di daerah ketika terjadi hal-hal yang darurat seperti tabrakan antara peserta kepada pengunjung itu lambat sekali responnya kan yang terjadi di kabupaten, di kecamatan, sehingga yang terjadi korban yang alami kecelakaan itu beberapa kali tidak tertolong," kata Jusri. Atap di salah satu tribun di arena sirkuit Formula E Jakarta, di Jakarta International E-Prix Cricuit (JIEC) Ancol, Jakarta Utara, ambruk. Karena itu, ia menegaskan aspek security dan safety harus menjadi perhatian utama dalam setiap penyelenggaraan event otomotif. "Nah itu standar itu menyangkut security dan safety-nya harus lengkap," Meski demikian, Jusri tidak merinci seperti apa standar keselamatan yang ideal untuk sebuah ajang balap. Spesifikasi teknis mengenai standar keamanan dan keselamatan akan berbeda-beda, bergantung pada regulasi maupun ketentuan dari komisi atau organisasi yang menjadi penyelenggara event. Karena itu, setiap penyelenggara diharapkan memastikan seluruh standar yang dipersyaratkan telah dipenuhi sebelum perlombaan berlangsung, sehingga keselamatan seluruh pihak yang berada di area sirkuit tetap terjaga. Insiden di Purwokerto pun menjadi pengingat bahwa kesuksesan sebuah ajang otomotif tidak hanya diukur dari jalannya perlombaan, tetapi juga dari kesiapan penyelenggara dalam menjamin keamanan penonton, peserta, hingga petugas selama acara berlangsung.