Interval perawatan berkala mobil listrik lebih lama dibandingkan dengan mobil bensin atau diesel (ICE). Hal ini sejalan dengan klaim pabrikan, bahwa mobil listrik minim perawatan. Meski minim perawatan, mobil listrik tetap wajib servis berkala di bengkel resmi sesuai waktu yang telah ditetapkan, demi menjaga performa dan keawetan komponen. Rasyid, Sales Consultant Chery Solo mengatakan salah satu cara menjaga mobil listrik awet adalah dengan tidak menunda jadwal perawatan berkala. “Saya menyarankan sebelum tercapai interval servis berkala, yakni tiap 15.000 Km atau 1 tahun, sebelum itu konsumen sudah membawa unit ke bengkel untuk melakukan pemeriksaan,” ucap Rasyid kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Rasyid mengatakan, meski tidak dikenakan biaya karena mobil masih baru, sampai pemakaian 5 tahun, perawatan tetap wajib dilakukan. “Jangan sampai karena gratis, dan murah misal sudah lewat masa gratisnya, yakni hanya Rp 300.000-an sekali servis, terus diabaikan ya, karena pemeriksaan rutin mobil listrik penting dilakukan,” ucap Rasyid. Diler Chery ke-64 yang berlokasi di Jalan Raya Narogong, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat. Salah satu pemeriksaan yang paling utama adalah pemeriksaan sistem pendingin baterai yang wajib dilakukan tiap 1 tahun atau 15.000 Km. “Ada jadwal penggantian coolant di 30.000 Km atau 2 tahun, tapi bisa saja karena pemakaian berat, kualitas coolant sudah minta diganti sebelum waktunya, maka dari itu harus diperiksa berkala,” ucap Rasyid. Wahyu Tri, Service Advisor Chery Solo mengatakan panas dari baterai ketika mobil listrik digunakan bisa membuat kualitas coolant lama-lama memburuk. Dealer Chery Bintaro “Sama dengan coolant pada umumnya, kalau biasanya radiator untuk menjaga suhu mesin bakar, di mobil listrik untuk menjaga suhu ideal motor listrik dan baterai, dengan rutin memeriksa kualitas coolant dapat mencegah terjadinya overheating,” ucap Wahyu kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Panas berlebih pada baterai mobil listrik bisa memperpendek usia pakainya. Maka dari itu wajib dijaga dengan baik dengan mengoptimalkan sistem pendingin yang ada. “Sebisa mungkin konsumen tidak menunda perawatan mobil listrik sesuai dengan buku pedoman perawatan, yakni 5.000 Km untuk perawatan pertama, dan 15.000 Km atau 2 tahun untuk interval selanjutnya,” ucap Wahyu. Jadi, interval perawatan mobil listrik lebih lama jika dibandingkan mobil bensin atau diesel. Ini tentu dapat mempermudah konsumen dalam perawatannya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang