Bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dibatasi. Pemerintah memberlakukan pembatasan BBM Pertalite untuk mobil pribadi hanya sebanyak 50 liter per hari. Apakah cukup untuk aktivitas harian?Pembatasan itu berlaku pada 1 April 2026 ini. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan pembelian BBM subsidi hanya melalui barcode MyPertamina dan dibatasi maksimal 50 liter per hari."Untuk memastikan distribusi BBM, pemerintah akan melakukan pengaturan pembelian dengan penggunaan barcode MyPertamina dengan batas wajar 50 liter per kendaraan," ujr Airlangga dalam konferensi pers online, Selasa (31/3/2026). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pembatasan pembelian BBM subsidi ini hanya berlaku untuk kendaraan roda 4 pribadi. Pembatasan BBM subsidi 50 liter sehari tidak berlaku untuk angkutan umum."Untuk 50 liter tadi, yang untuk per mobil, itu tidak berlaku untuk angkutan truk-truk. Truk kan harus lebih banyak atau angkutan bus itu pasti lebih dari itu, standarannya itu," tutur Bahlil.Dengan batas 50 liter, mobil pribadi pengguna Pertalite maksimal mengisi Pertalite senilai Rp 500 ribu dalam sehari. Per hari ini, 1 April 2026, harga Pertalite masih di angka Rp 10.000 per liter. Apakah cukup 50 liter bensin Pertalite per hari untuk mobil?Untuk kendaraan pribadi yang biasa menggunakan Pertalite, rata-rata tangki bahan bakarnya tidak sampai 50 liter. Mobil-mobil seperti Calya, Sigra, Avanza, Xenia, atau city car standar pabrikan rata-rata kapasitas tangki bahan bakarnya berada di angka 30-40 liter.Contohnya, Toyota Calya dan Daihatsu Sigra, dua LCGC yang pemiliknya biasa menggunakan BBM jenis Pertalite, punya kapasitas tangki bahan bakar 36 liter. Artinya, untuk full tank dari benar-benar nol cuma butuh Rp 360.000. Mobil lain seperti Avanza dan Xenia, punya tangki bahan bakar sebesar 43 liter. Untuk full tank dari benar-benar nol hanya butuh Rp 430.000.Atau mobil-mobil city car lainnya umumnya punya tangki bahan bakar sekitar 40 literan. Berarti, mobil-mobil pribadi standar pabrikan yang biasanya mengkonsumsi Pertalite tidak punya kapasitas tangki yang mampu menampung 50 liter dalam satu kali pengisian. Jadi, batas pembelian Pertalite Rp 500.000 masih lebih dari cukup.Ambil contoh, mobil-mobil yang dipakai di perkotaan untuk penggunaan harian itu punya konsumsi bahan bakar sekitar 10 km/liter. Berarti, jatah 50 liter per hari itu bisa untuk menjangkau jarak 500 km per hari. Atau, mobil yang lebih irit dengan konsumsi BBM sampai 15 km/liter, berarti jatah harian 50 liter Pertalite per hari itu bisa digunakan untuk menjangkau jarak 750 km.Tampaknya jarang mobil pribadi yang digunakan sampai 500-750 km per hari kecuali untuk penggunaan jarak jauh seperti mudik atau road trip. Sedangkan untuk harian di perkotaan saja, mungkin jarak yang ditempuh maksimal 100 km, atau 200 km paling banyak.