Mobil listrik kini semakin menarik perhatian publik. Selain ramah lingkungan, biaya pemakaian yang lebih efisien dibandingkan mobil bermesin bensin menjadi daya tarik tersendiri. Pemerintah pun terus mendorong adopsi kendaraan listrik dengan berbagai insentif, mulai dari pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) hingga Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Dalam konteks ini, Kompas.com mencoba menghitung total cost of ownership (TCO) atau total biaya kepemilikan mobil listrik Aion UT, hatchback listrik asal China yang menjadi pesaing Wuling Cloud EV. Aion UT Biaya Pemakaian Aion UT Premium dibekali baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 60 kWh. Secara klaim, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 500 kilometer (NEDC) dalam satu kali pengisian penuh. Selain itu, sistem fast charging-nya memungkinkan pengisian daya dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu 24 menit. Dengan asumsi jarak tempuh 100.000 km selama lima tahun atau sekitar 20.000 km per tahun, dibutuhkan sekitar 200 kali pengisian daya penuh. Tarif listrik di SPKLU PLN saat ini berada di angka Rp 2.466 per kWh. Maka, biaya untuk satu kali pengisian penuh baterai mencapai sekitar Rp 147.960. Aion UT Jika dikalikan 200 kali, total biaya listrik untuk pemakaian selama lima tahun mencapai sekitar Rp 29,59 juta. Pajak dan Servis Untuk pajak kendaraan, mobil listrik masih menikmati insentif besar. Berdasarkan perhitungan internal Aion, pajak tahunan Aion UT hanya sekitar Rp 400.000. Sementara itu, untuk perawatan, Aion memberikan free maintenance selama tiga tahun atau 40.000 km, mana yang lebih dahulu tercapai. Setelah masa gratis berakhir, biaya servis tahunan diperkirakan hanya Rp 800.000-an. “Biaya servisnya rata-rata dalam satu tahun tidak sampai Rp 1 juta, hanya Rp 800.000-an saja. Itu rata-rata di luar masa garansi free maintenance,” ujar Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Aion Indonesia. Aion UT Jika dihitung selama lima tahun, pajak kendaraan totalnya sekitar Rp 2 juta, sedangkan servis setelah masa gratis sekitar Rp 1,6 juta. Total keduanya menjadi Rp 3,6 juta. Total Biaya Kepemilikan Dengan menjumlahkan seluruh komponen, total biaya kepemilikan Aion UT selama lima tahun mencapai sekitar Rp 33,19 juta. Artinya, rata-rata biaya kepemilikan per tahun sekitar Rp 6,63 juta, atau jika dibagi per hari, hanya Rp 18.150. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.