Daihatsu mulai melakukan penyesuaian harga jual mobil pada Juli 2026. Kenaikan harga tersebut berada di kisaran Rp 1 juta hingga Rp 4 juta, tergantung model dan variannya. Marketing Director & Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Rokky Irvayandi mengatakan, penyesuaian harga baru dilakukan setelah pada paruh pertama 2026. "Per tanggal 1 Juli, kami sudah melakukan penyesuaian harga, kurang lebih kenaikannya Rp 1 juta-Rp 4 juta," kata Rokky saat ditemui di GIIAS 2026, ICE BSD City, Tangerang. Daihatsu Gran Max Blind Van 1.5 M/T AC PS meluncur di GIIAS 2026 Kenaikan tidak lepas dari pelemahan nilai tukar rupiah. Kondisi tersebut meningkatkan biaya produksi, terutama komponen dan rantai pasok yang terpengaruh pergerakan nilai tukar. Namun menurut Rokky, Daihatsu tidak ingin seluruh kenaikan biaya tersebut langsung dibebankan kepada konsumen. "Memang pastinya adanya pelemahan rupiah pasti akan ada dampak ke peningkatan cost, tapi kami bersama dengan supply chain berusaha meminimalisir. Sehingga tidak seluruh pelemahan dan kurs rupiah kami kenakan dampak 100 persen ke total cost," ujar Rokky. Langkah tersebut menjadi penting karena harga merupakan salah satu pertimbangan utama konsumen ketika membeli mobil, terutama di tengah kondisi daya beli yang masih menjadi tantangan. Daihatsu Segarkan Sigra, Luncurkan Terios Special Edition dan Gran Max Baru di GIIAS 2026 Harga Terjangkau Daihatsu selama ini memiliki posisi kuat di segmen kendaraan dengan harga relatif terjangkau di bawah Rp 300 juta. Karena itu, merek asal Jepang ini harus berhati-hati ketika melakukan penyesuaian harga agar kenaikannya tidak terlalu membebani konsumen. Rokky mengatakan, faktor harga menjadi salah satu perhatian utama konsumen Daihatsu. "Demikian juga soal harga, konsumen Daihatsu sangat peduli dengan affordable price. Tadi sudah dijelaskan, pembeli utamanya ialah soal harga," katanya. "Karena itu, kami harus tetap jaga produk Daihatsu harga terjangkau. Sehingga ketika harus melakukan penyesuaian harga, kami akan mempertimbangkan itu. Kalaupun naik harganya," kata Rokky. New Daihatsu Sigra di GIIAS 2026 Kondisi tersebut menjadi semakin relevan karena pasar otomotif Indonesia masih menghadapi tantangan dari sisi daya beli masyarakat. Meski demikian, Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pasar mobil nasional mulai menunjukkan perbaikan pada 2026. Penjualan wholesales sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 436.564 unit, naik 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan retail juga tumbuh 10,5 persen menjadi 433.848 unit. Artinya, pertumbuhan pasar sudah mulai terlihat, tetapi produsen tetap harus memperhitungkan kemampuan konsumen dalam menyerap kenaikan harga kendaraan. Duet LMPV Avanza-Xenia Perhitungkan Daya Beli Bagi Daihatsu, menjaga harga tetap kompetitif menjadi salah satu strategi untuk mempertahankan minat konsumen. Hal ini tidak terlepas dari karakter pembeli Daihatsu yang cukup sensitif terhadap perubahan harga. Ketika harga kendaraan meningkat, kemampuan konsumen untuk membeli kendaraan baru juga menjadi pertimbangan. "Semua kami pertimbangkan. Kami ingin agar konsumen Daihatsu tetap bisa membeli atau memiliki mobil Daihatsu," kata Rokky. "Kami pertimbangkan motif-motif beli seperti tadi. Karena itu tadi ada kelemahan daya beli, ada kelemahan kurs rupiah, tetap kami pertimbangkan. Harganya harus tetap bisa diterima oleh konsumen," ujarnya.