Performa penjualan otomotif nasional mencatatkan tren positif hingga paruh kedua tahun 2026. PT Astra Daihatsu Motor (ADM) membukukan pencapaian dengan total penjualan wholesales menembus angka 100.000 unit hingga Agustus 2026. Perolehan ini mengalami peningkatan sekitar 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 85.000 unit. Marketing Director & Corporate Function Director PT ADM, Rokky Irvayandi, mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan cerminan kepercayaan konsumen terhadap lini kendaraan Daihatsu untuk berbagai kebutuhan mobilitas, baik operasional usaha maupun harian. Gran Max Blind Van 1.5 M/T AC PS Dominasi utama penjualan Daihatsu disumbang oleh lini kendaraan komersial, yakni Gran Max series yang mencatatkan penjualan sekitar 55.000 unit atau berkontribusi sebesar 55 persen dari total penjualan. Posisi berikutnya diisi oleh segmen LCGC (Sigra dan Ayla) sebesar 26.000 unit (26 persen), serta jajaran model lainnya seperti Terios, Xenia, Sirion, Rocky, dan Luxio yang menyumbang 19 persen. Booth Daihatsu GJAW 2025 Tulang Punggung Dominasi Gran Max series dalam menyokong kinerja penjualan Daihatsu sejalan dengan pertumbuhan pesat pada segmen kendaraan komersial di pasar nasional. Kendaraan yang tangguh untuk kebutuhan logistik dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini membuktikan perannya sebagai tulang punggung utama pabrikan. "Capaian positif ini mencerminkan kepercayaan pelanggan terhadap Daihatsu dalam memenuhi beragam kebutuhan mobilitas, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun usaha," ujar Rokky, kepada Kompas.com, dikutip Selasa (15/9/2026). Keberhasilan Gran Max memimpin pasar niaga ringan menjadi gambaran bagaimana sektor usaha terus bergerak aktif dan membutuhkan sarana transportasi yang efisien serta andal. Ilustrasi mobil MBG Dorongan Program Pemerintah Pertumbuhan signifikan di sektor kendaraan komersial ini juga dikonfirmasi oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri, menjelaskan bahwa lonjakan penjualan kendaraan niaga dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas dari program-program prioritas pemerintah yang memerlukan alokasi kendaraan operasional. Febri menyebutkan, segmen pikap menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan kenaikan hingga 51 persen, disusul truk segmen GVW (Gross Vehicle Weight) 5-10 ton yang melonjak 55 persen, serta kendaraan 4x2 kapasitas di bawah 1.500 cc yang tumbuh 29 persen. Kopdes Merah Putih dan sejumlah fasilitas desa berdiri di atas lahan yang kini disengketakan warga Desa Agom, Lampung Selatan. Peningkatan kebutuhan angkutan ini salah satunya didorong oleh pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendistribusikan pasokan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke sekolah-sekolah, serta program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang memerlukan truk pengangkut. “Belanja pemerintah sebesar 15 persen, itu sebagian besar dialokasikan untuk program-program seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang membutuhkan kendaraan otomotif untuk mengantarkan makanan dari dapur SPPG ke sekolah-sekolah, serta program KDMP yang menggunakan truk segmen GVW,” kata Febri.