Daihatsu Xenia generasi pertama masih menjadi salah satu pilihan mobil bekas yang digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Selain harga bekas yang relatif terjangkau, konsumsi bahan bakar menjadi salah satu pertimbangan pemilik untuk mempertahankan mobil yang pertama kali hadir di Indonesia pada 2004 tersebut. Salah satunya Ongky, wiraswasta asal Bekasi, yang masih menggunakan Daihatsu Xenia Li Deluxe tahun 2004. Menurut Ongky, salah satu alasan dirinya memilih Xenia adalah konsumsi bahan bakarnya yang cukup irit. Xenia miliknya juga bukan sekadar digunakan untuk kebutuhan pribadi. Setiap hari, mobil tersebut dipakai untuk mencari penghasilan sebagai pengemudi taksi online. Dalam sehari, jarak yang ditempuh mencapai sekitar 100 kilometer. Biaya Bensin Xenia Gen 1 Setahun Untuk menunjang aktivitas tersebut, Ongky menggunakan bahan bakar minyak (BBM) RON 90 atau Pertalite. Dalam satu minggu, biaya yang dikeluarkan untuk membeli Pertalite mencapai sekitar Rp 250.000. "Konsumsi BBM-nya irit, 1:5. Saya pakai RON 90 Pertalite, Rp 250.000 per minggu," ucap Ongky, kepada Kompas.com, Kamis (1/10/2026). Jika dihitung selama satu tahun atau 52 minggu, biaya BBM Xenia milik Ongky mencapai Rp 13 juta per tahun. Xenia Attivo terlihat elegan dengan pelek lebar. Servis Xenia Sebulan Sekali Tingginya jarak tempuh harian juga membuat Ongky lebih rutin melakukan perawatan, khususnya penggantian oli mesin. Dengan jarak tempuh sekitar 100 kilometer setiap hari, penggantian oli dilakukan sebulan sekali. "Rp 350.000 untuk ganti oli, karena jarak tempuh per hari 100 km, jadi saya sebulan sekali ganti olinya," ujar Ongky. Dengan asumsi penggantian oli dilakukan 12 kali dalam setahun, biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 4,2 juta per tahun. Pajak Xenia Rp 950.000 per Tahun Selain BBM dan perawatan rutin, pemilik mobil juga perlu menyiapkan biaya pajak tahunan. Untuk Daihatsu Xenia Li Deluxe tahun 2004 miliknya, Ongky mengatakan pajak yang dibayarkan sekitar Rp 950.000 per tahun. Total Biaya Xenia Setahun Jika biaya BBM, maka penggantian oli dan pajak digabungkan, berikut perkiraannya: BBM: Rp 13 juta per tahun Ganti oli: Rp 4,2 juta per tahun Pajak: Rp 950.000 per tahun Ongky pemilik Daihatsu Xenia 2004 Dengan demikian, total biaya yang dikeluarkan Ongky untuk tiga kebutuhan tersebut mencapai sekitar Rp 18,15 juta per tahun. Jika dibagi rata selama 12 bulan, maka biaya kepemilikannya menjadi sekitar Rp 1,51 juta per bulan. Sementara bila dibagi lagi 365 hari, maka biaya tersebut setara dengan sekitar Rp 49.700 per hari. Perhitungan tersebut belum memasukkan biaya lain seperti ban, aki, perbaikan komponen, cuci mobil, parkir, tol, maupun biaya operasional lain selama digunakan untuk mencari penumpang. Dengan pemakaian sekitar 100 kilometer setiap hari, sebagian besar biaya tahunan Xenia Ongky berasal dari konsumsi BBM, yakni sekitar Rp 13 juta atau lebih dari 70 persen dari total tiga komponen pengeluaran tersebut.