Daihatsu Xenia menjadi salah satu pilihan mobil keluarga di segmen low multi purpose vehicle (LMPV). Selain menawarkan kabin untuk tujuh penumpang, Xenia juga dikenal sebagai mobil yang mengutamakan kepraktisan untuk penggunaan sehari-hari. Salah satu penggunanya adalah Sandy, karyawan swasta, asal Jakarta. Ia menggunakan Daihatsu All New Xenia R 1.5 ADS ASA+ tahun 2024. Menurut Sandy, alasan utama memilih Xenia adalah karakter mobil yang dinilai cocok untuk kebutuhan sehari-hari. "Karena LMPV yang sangat handal, irit dan praktis. Modelnya sopan dan syahdu," kata Sandy kepada Kompas.com, Jumat (18/9/2026). Xenia yang digunakan Sandy merupakan varian 1.5 R dengan kombinasi ADS dan ASA+, yang berada di jajaran varian atas Xenia. Secara spesifikasi, Daihatsu All New Xenia 1.5 R dibekali mesin 2NR-VE berkapasitas 1.496 cc. Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimal 104 Tk pada 6.000 rpm dan torsi Nm pada 4.200 rpm. Untuk penyaluran tenaga, Xenia 1.5 tersedia dengan pilihan transmisi manual lima percepatan dan CVT. Pada varian otomatis, sistem yang digunakan adalah D-CVT. Pemilik Daihatsu Xenia R 1.5 ADS ASA+ ini mengubah tampilan mobilnya dengan konsep sporty dan racing, lengkap dengan pelek 18 inci. Nyaman dan irit jadi nilai plus Selama menggunakan Xenia, Sandy menilai ada beberapa hal yang paling terasa sebagai kelebihan. Salah satunya adalah kenyamanan. Menurut dia, Xenia cukup nyaman digunakan sebagai mobil harian. Karakter tersebut juga didukung dengan kabin yang praktis untuk kebutuhan keluarga. Selain itu, konsumsi bahan bakar yang relatif irit menjadi salah satu alasan Sandy puas menggunakan Xenia. "Nyaman, irit, after sales unggul," ujarnya. Dari sisi purnajual, Sandy juga menilai jaringan dan layanan after sales Daihatsu menjadi salah satu kelebihan Xenia. Hal ini cukup penting bagi pengguna mobil yang mengandalkan kendaraannya untuk aktivitas sehari-hari. Kemudahan dalam melakukan perawatan maupun mencari layanan purnajual menjadi pertimbangan tersendiri ketika memilih mobil keluarga. Pemilik Daihatsu Xenia R 1.5 ADS ASA+ ini mengubah tampilan mobilnya dengan konsep sporty dan racing, lengkap dengan pelek 18 inci. Putaran bawah agak lemot Meski punya sejumlah kelebihan, bukan berarti Xenia tanpa kekurangan. Sandy mengatakan, performa Xenia masih punya catatan, terutama ketika mobil digunakan pada putaran mesin bawah. "Agak lemot di putaran bawah," kata dia. Karakter tersebut menurut Sandy terasa jika dibandingkan dengan mobil yang sebelumnya ia gunakan, yakni Suzuki Ertiga. Sandy menilai Ertiga memiliki respons mesin yang lebih cepat ketika digunakan untuk berakselerasi dari putaran bawah. Dengan kata lain, meski Xenia dinilai cukup untuk kebutuhan harian, respons mesin menjadi salah satu hal yang masih dirasakan kurang oleh Sandy. Variasi pelek Xenia lebih terbatas Kekurangan lainnya yang dirasakan Sandy justru berada di sisi yang lebih sederhana, yakni pilihan variasi pelek. Sebelum menggunakan Xenia, Sandy merupakan pengguna Suzuki Ertiga. Menurut dia, pilihan pelek aftermarket untuk Ertiga lebih mudah ditemukan. Sementara itu, menurut Sandy, mencari variasi pelek untuk Xenia tidak semudah ketika menggunakan Ertiga. "Sebelumnya saya pakai Suzuki Ertiga. Dulu Ertiga gampang cari variasi pelek-nya, kalau Xenia agak kurang," kata Sandy. Untuk sebagian pemilik mobil, mengganti pelek memang menjadi salah satu cara paling sederhana untuk mengubah tampilan kendaraan. Daihatsu Xenia di GIIAS 2026 Selain soal performa dan pilihan pelek, Sandy juga memberikan catatan mengenai kualitas material atau built quality Xenia. Menurut dia, aspek tersebut masih bisa ditingkatkan jika dibandingkan dengan Ertiga yang pernah digunakannya. Meski demikian, penilaian tersebut merupakan pengalaman pribadi Sandy setelah menggunakan kedua mobil di segmen LMPV. Secara keseluruhan, ia tetap menilai Xenia punya keunggulan yang membuatnya memilih mobil tersebut sebagai kendaraan yang digunakan saat ini. Terutama dari sisi kenyamanan, efisiensi bahan bakar, kepraktisan dan layanan purnajual. Bagi Sandy, beberapa kekurangan Xenia tersebut masih bisa diterima karena karakter mobil secara keseluruhan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Apalagi, setelah sebelumnya menggunakan Ertiga, ia sudah memiliki pembanding langsung mengenai karakter kedua LMPV tersebut.