Pasar mobil dengan harga hingga Rp 300 juta masih menjadi salah satu medan persaingan terbesar industri otomotif Indonesia. Segmen ini menyumbang sekitar 49 persen terhadap pasar otomotif nasional. Di tengah persaingan tersebut, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mencatat pangsa pasar sebesar 33 persen. Tak hanya mengandalkan penjualan, Daihatsu juga memperkuat bisnisnya melalui manufaktur, ekspor, hingga jaringan purnajual yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia. Marketing Director & Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor Rokky Irvayandi mengatakan, kontribusi Daihatsu terhadap industri otomotif nasional terus dibangun sejak perusahaan hadir di Indonesia. “Selama 48 tahun hadir di Indonesia, Daihatsu terus tumbuh bersama masyarakat dan industri otomotif nasional. Kami ingin menjaga kontribusi tersebut melalui manufaktur yang kompetitif, produk yang relevan, serta dukungan mobilitas yang semakin mudah diakses oleh masyarakat,” ujar Rokky, di Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026). Pabrik Daihatsu Kyoto Oyamazaki Plant, Jepang Produksi Daihatsu Sumbang 35 Persen Industri Nasional Dalam lima tahun terakhir, produksi ADM rata-rata berkontribusi sekitar 35 persen terhadap total produksi otomotif nasional. Sejak berdiri pada 1978, ADM juga berkembang menjadi salah satu basis manufaktur otomotif di Indonesia. Saat ini, ADM memiliki 10 fasilitas, termasuk enam pabrik, yang tersebar di tiga area yakni Jakarta, Cibitung, dan Karawang. Total kapasitas produksinya mencapai 530.000 unit per tahun. Pada Agustus 2025, produksi kumulatif ADM telah mencapai 9 juta unit. Dari keseluruhan produksi dalam lima tahun terakhir, sekitar 70 persen dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, sedangkan 30 persen lainnya untuk ekspor. Untuk memperkuat kapasitas produksi, ADM juga melakukan investasi berkelanjutan. Pada 2025, perusahaan membangun pabrik baru di Karawang dengan investasi sebesar Rp 2,9 triliun. Pabrik tersebut mengusung konsep E-SSC atau Evolution, Simple, Slim, Compact yang dirancang untuk mendukung proses produksi modern, ramah lingkungan, memiliki produktivitas tinggi, sekaligus efisien. Aktivitas manufaktur ADM juga melibatkan lebih dari 2.000 supplier dan UMKM lokal, dengan tingkat local purchase di atas 80 persen. Selain itu, kegiatan industri tersebut turut mendukung kesempatan kerja bagi sekitar satu juta orang. Daihatsu Terios 7 Wonders Ternate-Halmahera Ekspor Mobil Buatan Indonesia Naik 11 Persen Tak hanya memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, produk buatan ADM juga memiliki pasar ekspor. Kendaraan produksi Indonesia telah diterima di lebih dari 60 negara yang tersebar di kawasan ASEAN, Asia Selatan, Asia Timur, Asia Pasifik, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Selatan. Hingga Agustus 2026, ekspor ADM mencapai lebih dari 85.000 unit, meningkat sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi model, SUV menjadi kontributor terbesar ekspor ADM dengan porsi sekitar 50 persen. Kemudian disusul hatchback sebesar 26 persen dan kendaraan komersial 24 persen. Sementara itu, sekitar 60 persen total ekspor ADM berasal dari tiga negara utama. Filipina menjadi pasar terbesar dengan kontribusi 29 persen, disusul Jepang 18 persen dan Peru 12 persen. Daihatsu Pertahankan Posisi Kedua Penjualan Nasional Di pasar domestik, Daihatsu masih mengandalkan segmen kendaraan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Hingga Agustus 2026, pasar ritel otomotif nasional mencapai sekitar 594.000 unit, meningkat 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada periode tersebut, penjualan ritel Daihatsu mencapai lebih dari 97.000 unit, tumbuh sekitar 9 persen. Dengan capaian tersebut, Daihatsu mencatat pangsa pasar 16,3 persen sekaligus mempertahankan posisi kedua penjualan otomotif nasional. Lebih dari 90 persen penjualan Daihatsu ditopang oleh tiga segmen utama, yakni Gran Max Series, LCGC, dan SUV Terios. Gran Max Series menjadi kontributor terbesar dengan sekitar 52 persen, kemudian LCGC Daihatsu Sigra dan Ayla sebesar 30 persen, serta Terios 10 persen. Komposisi tersebut mencerminkan kebutuhan konsumen terhadap kendaraan untuk mendukung aktivitas usaha, mobilitas harian, hingga kebutuhan keluarga. Ilustrasi diler Daihatsu 55 Persen Penjualan Berasal dari Luar Jawa Menariknya, basis konsumen Daihatsu tidak hanya berada di kota-kota besar Pulau Jawa. Sekitar 55 persen penjualan Daihatsu berasal dari luar Jawa, sedangkan 45 persen berasal dari area rural. Kondisi tersebut didukung jaringan Daihatsu yang telah menjangkau lebih dari 500 kota dan kabupaten di Indonesia. Dengan jaringan tersebut, masyarakat di berbagai daerah dapat lebih mudah mengakses produk, layanan, hingga suku cadang Daihatsu. Daihatsu juga melakukan survei untuk mengetahui pertimbangan konsumen dalam memilih kendaraan. Hasilnya, terdapat lima faktor utama, yakni layanan purnajual yang mudah dan terjangkau, desain kendaraan, harga dan kemudahan pembelian, efisiensi bahan bakar, serta nilai jual kembali yang kompetitif. Artinya, pertimbangan konsumen tidak hanya berhenti pada spesifikasi kendaraan ketika membeli mobil. Kemudahan selama masa kepemilikan juga menjadi bagian yang diperhatikan.