Operasi Zebra 2025 kembali menegaskan urgensi penegakan hukum di jalan raya setelah jumlah pelanggaran yang terdeteksi menembus lebih dari 300.000 kasus hanya dalam lima hari pelaksanaan. Berdasarkan data H+5, total pelanggaran yang ditindak mencapai 347.409 perkara. Angka ini memperlihatkan bahwa kesadaran berlalu lintas masyarakat masih perlu ditingkatkan, sekalipun edukasi dan pencegahan tetap menjadi fokus utama operasi. Korlantas Polri targetkan 500 perangkat ETLE terpasang di wilayah jabar, Rabu (22/10/2025). Dari total pelanggaran tersebut, teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) kembali menjadi tulang punggung penegakan aturan. ETLE statis mencatat 35.376 perkara, sementara ETLE mobile menangani 32.698 perkara. Dominasi penindakan berbasis kamera ini sekaligus menunjukkan langkah kepolisian untuk terus menekan praktik pungutan liar dan memperkuat transparansi dalam setiap proses penegakan hukum. Hindari Operasi Zebra, Pengendara Putar Balik Cari Jalan Tikus Lewat Kebun dan Sawah *** Local Caption *** Hindari Operasi Zebra, Pengendara Putar Balik Cari Jalan Tikus Lewat Kebun dan Sawah Selain pelanggaran umum, aksi balap liar juga menjadi sorotan. Pada periode yang sama, terdapat 396 kegiatan penertiban balap liar yang digelar di berbagai wilayah. Dari hasilnya, sebanyak 381 sepeda motor berhasil diamankan. Remaja balap liar yang terjarin Operasi Zebra Semeru di Banyuwangi. Meski bukan persoalan baru, tingginya intensitas razia membuktikan bahwa praktik balap liar masih memerlukan penindakan berkelanjutan. Kakorlantas Polri menegaskan bahwa kualitas dokumentasi tiap penindakan harus terus dijaga untuk menjamin akuntabilitas. Ia juga kembali menyoroti pentingnya penggunaan ETLE sebagai kanal utama penegakan hukum. Selain itu, seluruh Polda diminta memberi perhatian khusus pada keselamatan pejalan kaki dan pengendara, terutama dengan tingginya angka insiden selama operasi berlangsung. Pada H+5, tercatat 912 kejadian kecelakaan dengan 95 korban meninggal dunia. Untuk meminimalisasi risiko kecelakaan, Kakorlantas menginstruksikan setiap Polda segera memperbarui daftar 10 titik rawan kecelakaan di wilayah masing-masing. Pembaruan ini akan menjadi dasar dalam pengambilan tindakan korektif secara cepat dan tepat sasaran. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih mematuhi aturan lalu lintas dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas. “Korlantas Polri berkomitmen untuk melanjutkan Operasi Zebra 2025 dengan standar profesionalisme yang tinggi,” ujar Agus, dalam keterangan resmi, Senin (24/11/2025). Tingginya jumlah pelanggaran pada awal pelaksanaan Operasi Zebra 2025 menjadi pengingat bahwa upaya membangun budaya tertib lalu lintas belum boleh berhenti. Edukasi, disiplin, dan penegakan hukum yang konsisten tetap menjadi kunci menciptakan jalan raya yang lebih aman. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.