GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 kembali menjadi panggung penting bagi pelaku industri otomotif, termasuk GAC Indonesia yang hadir dengan konsep besar bertajuk “The Great Art of Comfort.” Tema ini menjadi jembatan bagi GAC untuk memperkenalkan ulang filosofi kenyamanan yang mereka terapkan dalam seluruh lini kendaraan listriknya, bukan sekadar melalui fitur, tetapi lewat kombinasi utuh antara performa, keamanan, hingga pengalaman berkendara. Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning & Strategist GAC Indonesia, menjelaskan bahwa kenyamanan telah menjadi DNA GAC sejak awal kehadirannya di Indonesia. Menurutnya, kenyamanan tidak bisa dilihat sebagai satu elemen saja. “GAC The Great Art of Comfort adalah seni yang dibuat dari kombinasi sempurna antara kenyamanan berkendara, kenyamanan dalam safety, dan kenyamanan dalam menggunakan fitur-fitur,” ujar Iqbal di Tangerang, Sabtu (22/11/2025). GAC juga menampilkan perjalanan merek mereka, termasuk fokus kuat pada elektrifikasi sejak 2017. Saat ini, GAC memiliki dua sub-brand yang dipasarkan di Indonesia: ION dan HYPETECH. ION hadir dengan karakter harga yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan fitur, sementara HYPETECH menawarkan sentuhan lebih premium dan performa tinggi. “Sub-brand HYPETECH ini lebih menekankan kesan premium dan luxury, serta mengutamakan performance,” kata Iqbal. Dalam gelaran GJAW 2025, GAC membawa tiga model andalan yang sudah dipasarkan di Indonesia: ION High Class dengan jarak tempuh 490 km, ION V dengan 602 km, serta HYPETECH HD yang mampu menempuh hingga 620 km dalam satu kali pengisian penuh. Iqbal menegaskan bahwa kemampuan ini menjadi salah satu daya tarik utama GAC. “Sampai saat ini produk-produk GAC Indonesia merupakan produk EV dengan jarak tempuh terjauh di kelasnya,” jelasnya. Selain performa baterai, tema kenyamanan juga diwujudkan lewat fitur-fitur unik seperti kulkas pintar, kursi pijat, hingga meja lipat yang tersedia di beberapa model. GAC ingin menekankan bahwa kenyamanan bukan hanya soal duduk empuk atau kabin senyap, tetapi juga bagaimana pengguna dapat merasakan nilai praktis dalam penggunaan sehari-hari. “Kenyamanan bukan hanya rasa nyaman dalam berkendara, tapi sebuah paket lengkap dalam memiliki kendaraan,” tambah Iqbal. Untuk memperkuat posisinya di pasar, GAC menegaskan dua pilar utama yang mereka bawa ke Indonesia: Trusted dan Tested. Pilar Trusted merujuk pada standar global, uji tabrak, serta komitmen keamanan baterai melalui Magazine Battery 2.0 yang diklaim lebih aman dan tahan berbagai kondisi ekstrem. GAC menegaskan tema The Great Art of Comfort di GJAW 2025 melalui teknologi, kenyamanan, dan elektrifikasi unggulan. “Hingga saat ini tidak ada catatan baterai terbakar dari model GAC Indonesia,” tegas Iqbal. Sementara itu, pilar Tested diwujudkan melalui pengujian ekstensif baik secara global maupun lokal, termasuk uji jalan GAC Jelajah Nusantara yang menempuh 2.300 km mengelilingi Pulau Jawa. Langkah ini dilakukan untuk membuktikan kemampuan EV GAC di kondisi jalan dan iklim Indonesia yang beragam. Untuk memperkuat komitmen jangka panjang, GAC juga membawa program Price Shield yang bertujuan menjaga kestabilan harga produk. “Price Shield menjaga kepercayaan customer agar ke depan kami tidak akan mengubah harga jual kami,” ujar Iqbal. Selain itu, GAC memberikan garansi seumur hidup untuk baterai, motor listrik, dan controller untuk semua model yang dipasarkan di Indonesia, ditambah layanan purna jual seperti free service dan 24-hour emergency road assistance. Dengan rangkaian strategi dan teknologi tersebut, GAC ingin menegaskan kehadirannya di segmen kendaraan listrik Tanah Air dengan pendekatan yang lebih manusiawi—menempatkan kenyamanan dan keamanan sebagai pusat desain. Melalui tema “The Great Art of Comfort,” GAC berharap dapat membuktikan bahwa kendaraan listrik bukan sekadar tren, tetapi sebuah pengalaman berkendara yang utuh dan menyenangkan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.