Sejumlah mobil modern dilengkapi eco indicator pada panel instrumen. Fitur tersebut biasanya ditandai dengan tulisan "ECO" atau simbol tertentu yang akan menyala ketika mobil mendeteksi pola berkendara yang lebih efisien. Namun, keberadaan eco indicator bukan berarti fitur tersebut secara langsung membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit. Lampu tersebut lebih berfungsi sebagai panduan bagi pengemudi untuk mengetahui apakah gaya berkendara yang diterapkan sudah ekonomis atau belum. Rianto Syarif, Service Advisor Auto2000 Grand Depok City, mengatakan, fungsi eco indicator pada mobil lebih sebagai parameter untuk melihat gaya berkendara yang diterapkan pengemudi. "Setiap orang kan gaya menyetirnya berbeda-beda. Ada yang ngegasnya diurut, ada juga yang langsung injak dalam. Itu semua kan pengaruh ke pemakaian bahan bakar," ujar Rianto, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Test drive Toyota Hilux terbaru Perhatikan Cara Injak Pedal Gas Menurut Rianto, cara pengemudi mengoperasikan pedal gas menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Pengemudi yang menekan pedal gas secara bertahap dan halus cenderung membuat mesin bekerja lebih efisien. Sebaliknya, injakan pedal gas secara mendadak dan dalam membuat mesin membutuhkan tenaga lebih besar sehingga konsumsi bahan bakar bisa meningkat. Karena itu, eco indicator dapat dimanfaatkan sebagai semacam "pengingat" agar pengemudi lebih memperhatikan cara berkendara. Rianto menambahkan, pengemudi yang ingin mengetahui apakah gaya berkendaranya sudah ekonomis atau efisien dapat melihat seberapa sering lampu eco indicator menyala. Tampak Toyota Calya generasi pertama "Lampu eco indicator menyala tergantung dari bagaimana menginjak pedal gas. Kalau yang ngegasnya diurut, tentu akan lebih ekonomis dibanding yang gasnya dihentak," kata Rianto. Bukan Berarti Harus Selalu Menyala Kendati demikian, pengemudi tidak perlu memaksakan agar eco indicator terus menyala sepanjang perjalanan. Dalam kondisi tertentu, seperti ketika melakukan akselerasi untuk menyalip, melewati tanjakan, atau membawa beban berat, mobil memang membutuhkan tenaga lebih besar. Kondisi tersebut dapat membuat indikator ECO padam. Artinya, indikator tersebut sebaiknya digunakan sebagai acuan untuk mengevaluasi kebiasaan berkendara, bukan sebagai target yang harus selalu dipertahankan. Secara umum, indikator ECO akan lebih mudah menyala ketika pengemudi melakukan akselerasi secara halus dan menjaga putaran mesin agar tidak terlalu tinggi. Sebaliknya, ketika pedal gas diinjak terlalu dalam atau akselerasi dilakukan secara agresif, indikator biasanya akan padam. Dengan memahami fungsi tersebut, pengemudi bisa memanfaatkan eco indicator untuk membentuk kebiasaan berkendara yang lebih halus dan konsisten. Pada akhirnya, efisiensi konsumsi bahan bakar tidak hanya ditentukan oleh fitur pada mobil, tetapi juga bagaimana pengemudi mengoperasikannya.