Eco Indicator menjadi salah satu fitur yang tersedia pada sejumlah sepeda motor Honda. Fitur ini membantu pengendara mengetahui apakah gaya berkendara yang dilakukan sudah efisien dalam penggunaan bahan bakar. Indikator tersebut umumnya akan menyala ketika pengendara membuka gas secara halus dan menjaga laju sepeda motor tetap stabil. Menurut Wahyu Budhi, Head of Technical Training PT Wahana Makmur Sejati, main dealer Honda wilayah Jakarta dan Tangerang, penggunaan Eco Indicator dengan gaya berkendara yang tepat dapat memberikan penghematan bahan bakar. Dengan Eco Indicator menyala, penghematan bahan bakar bisa mencapai 10 persen hingga 15 persen. Eco Indicator pada motor Honda "Cukup lumayan, misalkan ngegasnya benar ya. Anggap misalnya, 1 liter biasanya 50 km, ini bisa 45 km," ujar Wahyu, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Buka Tutup Gas Jangan Agresif Wahyu menjelaskan, pengendara perlu memperhatikan cara membuka dan menutup gas agar indikator Eco dapat dimanfaatkan secara optimal. Buka tutup gas yang dimaksud bukan dilakukan secara mendadak atau agresif. Pengendara disarankan memutar gas secara perlahan sehingga kerja mesin tetap lebih efisien. Selain itu, kecepatan sepeda motor juga perlu dijaga agar tetap stabil. Kebiasaan melakukan akselerasi dan deselerasi secara berulang dapat membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Test ride Honda Beat Deluxe Smart Key Artinya, pengendara tidak hanya perlu memperhatikan kapan Eco Indicator menyala, tetapi juga menjaga pola berkendara tetap halus dan konstan. Bisa Hemat hingga 15 Persen Jika diterapkan secara konsisten, gaya berkendara tersebut diklaim dapat memberikan penghematan yang cukup terasa, terutama bagi pengendara yang menggunakan sepeda motor setiap hari. Wahyu mengatakan, perbedaan konsumsi bahan bakar bisa mencapai sekitar 10 persen hingga 15 persen dibandingkan gaya berkendara yang lebih agresif. "Jadi 10 persen lebih irit, lumayan lah kalau dapat 5 km," kata Wahyu. Meski demikian, angka konsumsi bahan bakar tetap dapat berbeda pada setiap pengendara. Kondisi lalu lintas, beban kendaraan, tekanan ban, kondisi mesin, hingga karakter jalan juga turut memengaruhi konsumsi bahan bakar. Karena itu, Eco Indicator sebaiknya dipahami sebagai panduan untuk membantu pengendara menerapkan gaya berkendara yang lebih efisien, bukan sebagai jaminan konsumsi bahan bakar akan selalu sama.