Piggyback merupakan salah satu perangkat aftermarket yang kerap digunakan pemilik mobil untuk mengubah karakter mesin, terutama pada sistem pengaturan mesin atau engine management. Perangkat ini biasanya digunakan untuk mengubah sejumlah parameter kerja mesin tanpa harus mengganti ECU standar kendaraan. Piggyback disebut dapat meningkatkan tenaga sekaligus membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien. Namun, apakah pemasangan perangkat ini benar-benar bisa membuat mobil lebih irit BBM? Piggyback Secara sederhana, piggyback merupakan perangkat tambahan yang bekerja bersama Electronic Control Unit (ECU) standar kendaraan. ECU merupakan komputer yang mengatur berbagai parameter mesin, termasuk jumlah bahan bakar yang disemprotkan injektor dan waktu pengapian. Ilustrasi piggyback Piggyback dipasang di antara ECU dan sejumlah sensor atau aktuator kendaraan. Perangkat tersebut kemudian dapat memodifikasi sinyal yang diterima atau dikirim sistem agar parameter tertentu berubah sesuai dengan pengaturan yang dibuat. Dengan cara tersebut, pemilik kendaraan atau tuner bisa melakukan penyetelan terhadap karakter mesin tanpa mengganti ECU bawaan. Thayne Finsenda Lika, atau Ko Lung-Lung, pendiri sekaligus CEO Dokter Mobil, mengatakan piggyback dapat memengaruhi jumlah bahan bakar yang disemprotkan injektor. “Piggyback atau remap bisa digunakan untuk mengatur debit BBM yang disemprotkan oleh injektor. Dengan begitu, konsumsi BBM tentu bisa berubah,” kata Lung-Lung kepada Kompas.com, akhir pekan lalu. Cara Kerja Salah satu parameter yang dapat diatur melalui piggyback adalah rasio udara dan bahan bakar atau air-fuel ratio (AFR). Ilustrasi piggyback AFR menggambarkan perbandingan jumlah udara dengan bahan bakar yang masuk ke ruang bakar. Pengaturan AFR menjadi salah satu bagian penting dalam menentukan bagaimana mesin bekerja. Selain AFR, piggyback juga dapat digunakan untuk mengatur waktu pengapian. Kedua parameter tersebut kemudian dapat disesuaikan dengan kebutuhan mesin dan karakter kendaraan. Hadi Taruna, pemilik EngineBlock Autoworks, bengkel spesialis mobil Peugeot di Bintaro, Tangerang Selatan, menjelaskan bahwa piggyback dapat digunakan untuk melakukan penyesuaian terhadap AFR dan waktu pengapian. “Fungsi piggyback itu untuk memanipulasi pengaturan rasio udara dan bahan bakar (AFR) serta waktu pengapian. Jadi, pengaturannya disesuaikan dengan kebutuhan dan peruntukannya," katanya. "Kalau untuk mobil harian, berarti piggyback akan disetel untuk menyempurnakan pengaturan AFR dan waktu pengapian, mulai dari putaran mesin rendah sampai batas putaran mesin," ujarnya. Ilustrasi piggyback Dengan menyetel waktu pengapian maka hasil pembakaran di ruang bakar akan lebih rapi dan maksimal, dengan begitu tenaga dan torsi mesin ikut meningkat. "Enaknya lagi, kita bisa melakukan penyetelan sesuai dengan jenis BBM yang kita gunakan," kata Hatar panggilannya. "Mesin tetap aman karena AFR dan waktu pengapiannya tetap terjaga, walaupun misalnya kita melakukan penyetelan dengan BBM beroktan yang tidak terlalu tinggi,” ujarnya. Pemasangan Pemasangan piggyback tidak sekadar memasang perangkat tambahan lalu langsung menggunakannya. Umumnya, perangkat dihubungkan ke ECU dan sistem kelistrikan kendaraan melalui kabel atau konektor tertentu. Ilustrasi piggyback Tergantung jenis dan mereknya, piggyback dapat membaca data dari sejumlah sensor mesin, kemudian melakukan koreksi terhadap sinyal yang diteruskan ke sistem pengendalian mesin. Setelah perangkat terpasang, tahap yang tidak kalah penting adalah penyetelan atau tuning. Tuner atau mekanik akan menyesuaikan parameter berdasarkan kondisi mesin dan tujuan penggunaan kendaraan. Untuk mobil harian, misalnya, penyetelan dapat diarahkan agar respons mesin lebih baik tanpa mengorbankan kenyamanan dan keandalan. Karena setiap mesin memiliki karakter berbeda, pengaturan piggyback tidak ideal jika hanya meniru setelan kendaraan lain. Kondisi mesin, jenis bahan bakar, sistem pemasukan udara, hingga modifikasi lain yang sudah dilakukan dapat memengaruhi hasil akhir. Harga bensin di Amerika Serikat (AS) melonjak ke level tertinggi sejak 2022, seiring lonjakan harga minyak dunia yang menembus angka 100 dollar AS per barel di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Mobil Lebih Irit? Jawabannya, bisa memengaruhi konsumsi BBM, tetapi tidak otomatis membuat mobil lebih irit. Piggyback memang memungkinkan jumlah bahan bakar dan waktu pengapian disesuaikan. Namun, konsumsi BBM merupakan hasil dari banyak faktor, bukan hanya satu parameter. Jika penyetelan diarahkan untuk mengejar tenaga, misalnya, kebutuhan bahan bakar bisa saja meningkat. Sebaliknya, jika penyetelan dilakukan dengan mempertimbangkan penggunaan mobil harian dan efisiensi, konsumsi BBM berpotensi berubah menjadi lebih rendah pada kondisi tertentu. Artinya, klaim bahwa piggyback pasti membuat mobil irit BBM perlu dilihat dari kondisi dan metode penyetelannya.