Penerapan eco-driving tidak berhenti ketika mobil sudah sampai di tempat tujuan. Kebiasaan pengemudi setelah perjalanan juga dapat berpengaruh terhadap kondisi kendaraan dan efisiensi energi. Salah satu caranya adalah menjaga kebersihan kendaraan serta mengurangi barang-barang yang tidak diperlukan di dalam kabin maupun bagasi. Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, eco-driving merupakan rangkaian perilaku yang dilakukan sebelum, selama, hingga setelah perjalanan. Cuci mobil "Jadi, perilaku pengemudi pada ketiga fase tersebut harus diperhatikan, mulai dari pre-driving, driving time, hingga post-driving. Ketiganya merupakan satu rangkaian yang saling berkaitan dalam menerapkan eco-driving," ujar Jusri, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Bersihkan Mobil Setelah Hujan Salah satu kebiasaan yang perlu dilakukan setelah perjalanan adalah membersihkan kendaraan, terutama jika mobil digunakan saat hujan. Air hujan yang bercampur dengan lumpur dan kotoran dapat menempel pada bodi maupun bagian bawah kendaraan. Jika dibiarkan, kotoran tersebut dapat menumpuk dan berpotensi mengganggu kondisi sejumlah komponen. Bahaya menumpuk barang di bagasi sampai kaca belakang tertutup. Bisa munculkan blind spot baru Membersihkan mobil setelah digunakan juga bisa menjadi kesempatan bagi pemilik untuk melakukan pemeriksaan sederhana. Pengemudi dapat melihat kondisi ban, bodi, serta bagian lain yang mungkin mengalami kerusakan selama perjalanan. Jusri menyarankan pengemudi tidak mengabaikan kebersihan kendaraan setelah digunakan. "Jika kendaraan digunakan saat hujan, jangan lupa membersihkannya setelah tiba di rumah. Pastikan seluruh komponen kendaraan tetap terawat dengan baik," kata Jusri. Ilustrasi kaca mobil kotor Pemeriksaan sederhana tersebut dapat membantu pemilik mengetahui lebih awal apabila terdapat masalah pada kendaraan sebelum mobil kembali digunakan. Barang Menumpuk Selain membersihkan kendaraan, pengemudi juga sebaiknya memeriksa barang bawaan setelah sampai di rumah. Bagasi mobil. Barang-barang yang tidak diperlukan untuk perjalanan berikutnya sebaiknya dikeluarkan dari kabin dan bagasi. Kebiasaan tersebut bukan hanya membuat mobil lebih rapi, tetapi juga membantu mengurangi beban kendaraan. Bobot kendaraan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebutuhan energi ketika mobil bergerak. Semakin besar beban yang dibawa, semakin besar pula tenaga yang dibutuhkan dalam kondisi tertentu. Jusri mengatakan, barang yang tidak diperlukan selama perjalanan sebaiknya tidak terus dibawa di dalam mobil. "Barang-barang yang tidak diperlukan selama perjalanan, seperti barang yang disimpan di bagasi atau kabin, sebaiknya tidak dibawa. Barang-barang tersebut bisa disimpan di rumah atau garasi agar tidak menambah beban kendaraan," ujarnya. Karena itu, pengemudi dapat membiasakan diri memeriksa kabin dan bagasi setelah perjalanan. Barang yang tidak berkaitan dengan aktivitas harian sebaiknya disimpan di rumah agar tidak menjadi beban tambahan ketika mobil digunakan kembali. Kebiasaan sederhana tersebut menjadi bagian dari penerapan eco-driving yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika mobil sedang melaju di jalan.