Beragam perangkat aftermarket ditawarkan dengan klaim dapat membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar. Salah satu yang pernah muncul ke permukaan ialah produk berbentuk kartu yang penggunaannya cukup ditempelkan pada bagian tertentu kendaraan. Produk seperti ini biasanya dikaitkan dengan istilah seperti nano, resonansi, ionisasi, atau energi tertentu. Cara kerjanya dengan memengaruhi karakteristik bahan bakar dan oksigen sehingga proses pembakaran menjadi lebih optimal. Teknologi Nano Salah satu produk aftemarket yang pernah muncul yaitu berupa kartu, di mana produknya bisa merekayasa bahan bakar dan oksigen dengan teknologi nano. Kartu penghemat BBM diklaim pakai teknologi nano Saat itu, produk diklaim menggunakan skalar energi dan memancarkan gelombang resonansi nano. Gelombang tersebut disebut dapat membuat bensin menjadi partikel yang lebih kecil sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna dan konsumsi bahan bakar lebih hemat. Secara umum, istilah nanoteknologi sendiri merujuk pada teknologi yang melibatkan material atau struktur pada skala nanometer. Penggunaan istilah "nano" pada sebuah produk tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya peningkatan efisiensi pembakaran. Salah satu hal yang menarik dari produk ini adalah cara penggunaannya yang relatif sederhana. Cukup ditempelkan pada tangki bahan bakar, kotak filter udara, atau kabel busi. Pembuatnya juga menyebut produk tetap dapat bekerja meski tidak bersentuhan langsung dengan objek yang dituju. Kartu penghemat BBM diklaim pakai teknologi nano Pandangan Bengkel Pemilik Bengkel Kafka, Bogor, Kamal, menilai perangkat yang hanya ditempelkan pada kendaraan perlu dilihat kembali dari sisi teknis. "Ionizer, Nano Saver, itu nonsense. Tidak mungkin kalau perangkat seperti itu hanya ditempel-tempel seperti stiker atau dicemplungkan ke dalam tangki. Itu tidak masuk akal. Kalau dari segi teknis, ya, itu tidak," kata Kamal kepada Kompas.com, Jumat, (2/10/2026). Sementara itu, Thayne Finsenda Lika alias Ko Lung-Lung, pendiri sekaligus pemilik Dokter Mobil, juga memiliki pandangan serupa. "Ini juga engak bisa," ujar Ko Lung-Lung. Ilustrasi mesin mobil overheating Proses Pembakaran Service Head Auto2000 Cilandak, Sapta Agung Nugraha, mengatakan efisiensi BBM pada mobil tidak hanya ditentukan oleh satu perangkat tambahan. "Kalau untuk hemat BBM, lebih ke bagaimana mengelola kendaraan, mulai dari kondisi mesin, penggunaan BBM yang tepat, teknik berkendara, sampai strategi berkendara," katanya. "Karena sebenarnya, teknologi kendaraan saat ini sudah mengatur konsumsi BBM sesuai pola berkendara dan kondisi lingkungan," ujarnya. Pada mobil modern, berbagai parameter mesin memang dikelola oleh sistem kendali elektronik berdasarkan kondisi kerja dan masukan dari sejumlah sensor. Pengaturan tersebut kemudian berpengaruh terhadap proses seperti injeksi bahan bakar dan pengapian.