Pasar ban mobil penumpang di Indonesia mulai mengalami perlambatan pada paruh kedua tahun ini. Kondisi tersebut terjadi setelah pasar masih mampu mencatat pertumbuhan pada semester pertama, salah satunya ditopang momentum Lebaran. Presiden Direktur Bridgestone Indonesia Mukiat Sutikno, mengatakan, kinerja perusahaan pada semester pertama masih cukup positif dengan pertumbuhan sekitar 4–5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. "Kalau kita bisa katakan kalau di semester pertama sih ketolong juga dengan adanya Lebaran dan segala macam. Kita bisa angkakan sekitar 4-5% pertumbuhan dibandingkan tahun lalu," ujar Mukiat, kepada Kompas.com, di Jakarta, Jumat (18/9/2026). Terjadi Penurunan "Tapi, setelah di semester kedua ini memang kalau kita lihat secara market agak slow down sih. Tapi, ya cukup bersyukur, di mana kalau kita bisa katakan dibandingkan tahun lalu, mungkin bermain sekitar antara 95-97%, ada sedikit penurunan tapi tidak terlalu parah banget lah ya," kata Mukiat. Bridgestone Ecopia EP300. Perlambatan pasar tersebut juga tidak serta-merta membuat konsumen beralih ke ban dengan harga yang lebih murah. Menurut Bridgestone, kecenderungan yang lebih terlihat justru konsumen menunda pembelian ban. "Lebih ke menunda pembelian, karena memang kan kalau kita bisa katakan kan ekonomi selama tahun ini itu kan cukup berat secara global juga ya, dan semua sektor kan bisa katakan cukup teriak lah," ujarnya. Tekanan ekonomi disebut dirasakan secara luas oleh berbagai sektor. Namun, dampaknya tidak sama pada setiap kelompok konsumen. "Secara general (semua segmen ban terdampak), cuma mungkin yang paling parah memang ke segmen yang paling gemuk, middle down itu yang paling kena sih," kata Mukiat. Bridgestone Indonesia ramaikan IIMS 2026 Menengah Bawah Segmen menengah ke bawah menjadi kelompok yang paling terdampak oleh kondisi ekonomi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli ban. Di tengah kondisi pasar yang melambat, industri otomotif juga menghadapi perubahan pola konsumsi. Konsumen menjadi lebih berhati-hati dalam menentukan waktu pembelian, sementara pelaku industri harus menyesuaikan strategi dengan perkembangan ekonomi dan kebutuhan pasar. Dengan demikian, tantangan industri ban mobil penumpang saat ini bukan hanya terkait pertumbuhan penjualan. Tetapi, juga bagaimana menghadapi konsumen yang memilih menunda pembelian ketika kondisi ekonomi belum sepenuhnya mendukung.