Pemegang hak komersial MotoGP, Dorna Sports, resmi berganti nama menjelang musim 2026. Di bawah kepemilikan baru Liberty Media, Dorna Sports kini akan dikenal sebagai MotoGP Sports Entertainment Group (MotoGP SEG). Perubahan nama ini menjadi langkah besar pertama sejak Liberty Media, yaitu pemilik Formula 1, mengakuisisi Dorna pada 2024 dengan nilai 4,2 miliar euro atau setaraRp 71,4 triliun. Meski berganti kepemilikan, struktur manajemen tidak berubah. Carmelo Ezpeleta tetap memimpin perusahaan seperti sebelumnya. Presiden Joko Widodo berbincang dengan CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta saat memantau Sirkuit Mandalika yang diguyur hujan, Minggu (20/3/2022). Bukan Sekadar Ganti Nama Dorna telah menjadi pemegang hak komersial MotoGP sejak 1992. Di bawah kendalinya, MotoGP berkembang pesat dan menjadi salah satu ajang balap motor paling populer di dunia. Chief Executive Officer (CEO) MotoGP SEG, Carmelo Ezpeleta menegaskan, perubahan nama ini bukan sekadar formalitas. “Perubahan nama perusahaan ini jauh lebih dari sekadar identitas baru ini adalah pernyataan niat," kata Ezpelata dikutip dari Crash, Selasa (17/2/2026). “MotoGP telah berkembang jauh melampaui sekadar sebuah kejuaraan, ia telah menjadi properti hiburan global yang diikuti dengan penuh semangat di seluruh dunia," katanya. Alex Marquez saat berlaga pada MotoGP Portugal 2025 “Sebagai MotoGP Sports Entertainment Group, kami membangun fondasi dari pertumbuhan berkelanjutan selama bertahun-tahun untuk mempercepat inovasi dan ekspansi global, sambil tetap menjaga semangat dan nilai-nilai yang mendefinisikan olahraga kami,” ujarnya. Secara sederhana, langkah ini menunjukkan bahwa MotoGP ingin diposisikan bukan hanya sebagai ajang balap, tetapi juga sebagai produk hiburan global, mirip dengan strategi yang diterapkan di Formula 1. Dampak untuk MotoGP? Sejauh ini, hampir dua tahun setelah diambil alih Liberty Media, tidak banyak perubahan besar dalam operasional MotoGP. Struktur organisasi masih sama, meski ada beberapa pergeseran di level manajemen. MotoGP SEG tetap mengelola seluruh kejuaraan seperti biasa, mulai dari MotoGP, Moto2, Moto3, World Superbike (WSBK), hingga ajang baru Harley Davidson Bagger World Cup. Toprak Razgatlioglu bersama tim Pramac Yamaha di MotoGP Dalam pernyataan resminya, MotoGP SEG menyebut perubahan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk: Memperluas jangkauan MotoGP ke lebih banyak negara Menarik penonton yang lebih muda dan beragam Meningkatkan pengalaman penggemar, baik di dalam maupun luar lintasan Dengan kata lain, MotoGP ingin tumbuh lebih besar secara global tanpa meninggalkan akar dan karakter balapannya. Musim 2026 akan menjadi babak baru, bukan hanya di lintasan, tetapi juga dari sisi bisnis dan strategi pengembangan olahraga balap motor paling bergengsi di dunia tersebut. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang