DFSK memanfaatkan ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 untuk menunjukkan kontribusi nyatanya di bidang sosial dan kemanusiaan. Pabrikan asal China ini menghadirkan kolaborasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menggunakan DFSK Super Cab sebagai kendaraan operasional untuk membantu penanganan bencana. Head of Sales and Marketing PT Sokonindo Automobile, Doni Putra Okten, menjelaskan bahwa kendaraan DFSK selama ini dikenal memiliki daya angkut kuat dan kerap dimanfaatkan berbagai lembaga untuk distribusi logistik hingga ke wilayah terpencil. Salah satu contohnya adalah penggunaan Super Cab oleh BNPB untuk membawa unit water treatment ke lokasi terdampak bencana. “DFSK bukan hanya berinovasi dalam kendaraan New Energy Vehicle, tapi kami juga memberikan kontribusi yang responsif terhadap sosial. Kendaraan kami dikirim ke daerah terpencil untuk kebutuhan air bersih,” ujar Doni di booth DFSK di IIMS 2026, Jumat (13/2/2026). DFSK dan BNPB tampil di IIMS 2026 dengan Super Cab water treatment, kendaraan tangguh yang mampu ubah air kotor jadi air bersih siap minum. Unit yang dipamerkan merupakan DFSK Super Cab yang telah dimodifikasi menjadi mobil water treatment. Kendaraan ini mampu mengolah air kotor menjadi air bersih yang layak konsumsi, sehingga sangat membantu masyarakat di wilayah terdampak bencana yang kesulitan mendapatkan air bersih. Tenaga Ahli Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Maria Agustina Hutagaol, menjelaskan alasan lembaganya memilih Super Cab sebagai basis kendaraan operasional. Menurut dia, kekuatan dan daya tahan kendaraan menjadi pertimbangan utama karena harus membawa perangkat water treatment yang berat serta melintasi medan sulit. DFSK dan BNPB tampil di IIMS 2026 dengan Super Cab water treatment, kendaraan tangguh yang mampu ubah air kotor jadi air bersih siap minum. “DFSK Super Cab ini memiliki kualitas yang baik dan standar di atas rata-rata. Kita membawa mesin water treatment yang berat, jadi butuh kendaraan yang kuat dan tangguh, apalagi kondisi jalan di lokasi bencana sering rusak,” kata Maria. Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini BNPB telah menggunakan sekitar 115 unit DFSK Super Cab yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kendaraan tersebut dikirim ke daerah terdampak bencana melalui jalur darat, laut, bahkan udara, termasuk menggunakan pesawat angkut, untuk memastikan bantuan bisa segera tiba. Mobil water treatment ini memiliki peran vital karena mampu memenuhi kebutuhan paling dasar masyarakat, yakni air bersih. Sebelum digunakan, hasil olahan air juga telah melalui uji kelayakan dari pemerintah daerah setempat. “Airnya diuji di laboratorium daerah dan ada sertifikatnya. Hasilnya layak diminum,” ujar Maria. Selain untuk water treatment, kerja sama DFSK dan BNPB sebelumnya juga mencakup pengembangan mobil dapur umum. Ke depan, kendaraan Super Cab berpotensi dimodifikasi menjadi berbagai fungsi lain, seperti ambulans, mobil logistik, hingga unit pendukung lain sesuai kebutuhan di lapangan. Melalui kolaborasi ini, DFSK ingin menegaskan bahwa kendaraan niaga bukan hanya berfungsi sebagai alat angkut, tetapi juga bisa menjadi solusi nyata dalam situasi darurat, terutama untuk mendukung penyaluran air bersih dan kebutuhan dasar masyarakat saat terjadi bencana. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang