DFSK, pabrikan otomotif asal China yang beroperasi di Indonesia melalui PT Sokonindo Automobile, memperluas akses pembiayaan bagi konsumennya melalui kerja sama terbaru dengan PT Pegadaian. Kolaborasi yang diteken pada Rabu (26/11/2025) itu menjadikan DFSK sebagai perusahaan otomotif roda empat pertama yang menggandeng Pegadaian dalam skema pembiayaan kendaraan. Penandatanganan MoU dilakukan di booth DFSK pada pameran otomotif di ICE BSD, dan dihadiri oleh manajemen kedua pihak. Kerja sama ini membuka peluang pembiayaan untuk seluruh lini kendaraan DFSK dan SERES, termasuk Gelora E B-Type yang baru saja diperkenalkan. Melalui kolaborasi ini, Pegadaian akan menyediakan skema pembiayaan berbasis syariah dengan proses yang lebih ringkas, tenor fleksibel, dan opsi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen maupun pelaku usaha. DFSK menilai langkah tersebut akan membantu mendorong adopsi kendaraan listrik serta mendukung pelaku UMKM dalam mengakses armada komersial yang lebih efisien. “Ini langkah penting untuk memperluas akses pembiayaan dan mendukung perkembangan dunia usaha di Indonesia,” kata Cing Hok Rifin, Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile. DFSK menggandeng Pegadaian untuk memperluas akses pembiayaan, memudahkan konsumen dan pelaku usaha memiliki kendaraan listrik maupun niaga. Ia juga menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi momentum baru bagi DFSK dan SERES di tengah pasar kendaraan komersial dan kendaraan listrik yang terus tumbuh. Pegadaian menilai kolaborasi ini selaras dengan upaya memperluas layanan pembiayaan di sektor otomotif. Holirur Rohman, Senior Vice President PT Pegadaian Syariah, mengatakan jaringan Pegadaian yang luas akan memudahkan masyarakat mengakses kendaraan DFSK maupun SERES. “Kami ingin menyediakan solusi kepemilikan kendaraan yang mudah, cepat, dan terjangkau, sekaligus mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah,” ujarnya. 30 November 2025, DFSK menampilkan sejumlah model andalan, seperti Gelora E yang dibanderol mulai Rp 248 juta, DFSK Super Cab mulai Rp 153,5 juta, dan SERES E1 mulai Rp 189 juta (OTR Jabodetabek). Perusahaan juga menekankan kapasitas produksinya di Indonesia yang sudah mengadopsi sistem manufaktur berbasis robot dan telah mencapai TKDN 44 persen. Pengunjung yang melakukan pembelian kendaraan selama pameran berkesempatan mendapatkan hadiah Lucky Dip berupa emas batangan, voucher MAP, maupun voucher PLN. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang