— Musim hujan membuat sejumlah ruas jalan di kota besar rawan tergenang air. Dalam kondisi seperti ini, banyak pengemudi yang terpaksa melewati banjir agar bisa sampai ke tujuan. Namun, tidak semua genangan aman untuk dilalui kendaraan, terutama mobil dengan posisi air intake rendah. Menurut Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, pengemudi sebaiknya memahami batas aman sebelum memutuskan untuk menerjang banjir. Ia menegaskan, tidak semua mobil dirancang untuk melintas di genangan tinggi. “Kalau banjirnya masih setengah dari tinggi ban, itu masih relatif aman. Tapi kalau air sudah di atas tengah ban, sebaiknya jangan diterjang,” katanya kepada Kompas.com, Minggu (2/11/2025). Ia menjelaskan, air yang terlalu tinggi berisiko masuk ke saluran udara atau air intake. Jika sampai masuk ke ruang bakar, kondisi ini bisa menimbulkan water hammer atau benturan air di dalam silinder, yang berpotensi menyebabkan kerusakan serius pada mesin. Ilustrasi water hammer Selain itu, genangan yang terlalu dalam juga bisa mengenai sistem kelistrikan mobil, terutama bagian soket, fuse, dan ECU. Komponen ini sangat sensitif terhadap air, dan jika terkena, dapat menyebabkan korsleting atau kerusakan permanen. “Begitu air sudah melewati batas tengah ban, lebih baik menepi atau cari jalur lain. Jangan memaksakan diri karena biaya perbaikannya bisa jauh lebih besar dari waktu yang ingin dihemat,” ujarnya. Ia juga menyarankan agar pengemudi tetap waspada terhadap arus air. Sekalipun genangan terlihat tidak terlalu tinggi, jika arusnya kuat bisa menggeser mobil dan membahayakan pengemudi. Usai melewati genangan, pengemudi disarankan segera memeriksa kondisi rem, oli, serta sistem kelistrikan di bengkel untuk memastikan tidak ada komponen yang terendam atau rusak akibat air. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.