Ketahanan mobil hybrid diuji ketika musim hujan, khususnya ketika harus dihadapkan dengan banjir. Belakangan ini, banjir terjadi di beberapa daerah di Indonesia karena curah hujan tinggi. Meski tak didesain mampu menerjang banjir, mobil hybrid tetap memiliki perlindungan tahan air, terutama di area komponen kelistrikan seperti kabel, electronic control unit (ECU) dan baterainya. Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan, ketahanan mobil hybrid terhadap banjir bisa ditinjau dari standar sertifikasi Ingress Protection (IP). “Pada umumnya mobil hybrid memiliki komponen tahan terhadap air sekitar IP 67 atau IP 68, tergantung desain dari masing-masing pabrikan,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Senin (19/1/2026). Sebagai contoh IP 67, menurut Jayan, ketahanannya terhadap air mencapai kedalaman 1 meter dalam waktu 30 menit. “Tapi sebenarnya mobil hybrid dibuat oleh pabrikan dengan format bukan untuk direndam air, maka dari tak disarankan dipakai untuk menerjang banjir,” ucap Jayan. Ilustrasi baterai mobil hybrid. Sujaka, Area Manager Area 3 dan Branch Manager Nasmoco Slamet Riyadi Solo mengatakan, ada perlindungan tahan air pada komponen elektronik dan baterai pada mobil hybrid. “Perlindungan tahan air ini bisa melindungi komponen dari kerusakan, tapi mobil hybrid tak didesain untuk mampu menerjang banjir, jadi tak disarankan,” ucap Jaka kepada KOMPAS.com, Minggu (18/1/2026). Batas aman mobil hybrid boleh melewati banjir, menurut Jaka, sampai setengah roda atau air tak masuk ke dalam kabin. Batas tersebut sama dengan mobil konvensional. Kendaraan menerjang genangan banjir di Jalan Pantura Soekarno Hatta Kendal, Minggu (18/1/2026). Banjir di jalan itu terjadi akibat luapan Sungai Kendal dan membuat jalan Pantura macet. “Ada risko korsleting pada rangkaian kelistrikan bila terendam banjir, ada juga risiko water hammer seperti mobil konvensional, karena masih ada mesin bakarnya,” ucap Jaka. Jadi, meski ada perlindungan tahan air terhadap komponen hybrid, bukan berarti mobil bisa dipakai menerjang banjir tanpa rasa khawatir. Pasalnya, ketahanan tersebut terbatas oleh tekanan air dan durasi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang