Perubahan pola belanja masyarakat ke platform digital turut berdampak pada bisnis komponen otomotif. Sentra pelek mobil di Cideng, Jakarta Pusat, yang dahulu ramai didatangi konsumen, kini mulai merasakan berkurangnya pembeli yang datang langsung ke toko. Berdasarkan pantauan Kompas.com, Selasa (6/10/2026), aktivitas pembeli di sejumlah toko pelek di kawasan tersebut cenderung lengang. Kondisi ini turut dirasakan pedagang yang menggantungkan bisnisnya dari penjualan pelek dan ban. Irfan (22), salah satu pedagang velg di Cideng, mengatakan, sebagian besar transaksi di tokonya kini justru berasal dari kanal digital. "Dibandingkan toko fisik, yang datang langsung sekarang paling cuma 20 persen. Penjualan kami sekitar 80 persen justru datang dari online," ujar Irfan kepada Kompas.com, Selasa, (10/6/2026). Perubahan tersebut membuat pedagang harus beradaptasi. Irfan, misalnya, memanfaatkan fitur siaran langsung atau live streaming di TikTok untuk menawarkan barang sekaligus memperlihatkan kondisi pelek kepada calon konsumen. "Kami sambil live di toko fisik supaya barangnya bisa diperlihatkan langsung. Ini untuk meyakinkan pembeli, sebab di online juga banyak penipuan yang cuma modal video," kata Irfan. Menurut dia, konsumen yang masih datang langsung ke kawasan Cideng juga cukup banyak mencari pelek bekas. Faktor harga menjadi salah satu pertimbangan utama. Jevi (47), pengelola toko pelek yang telah beroperasi di Cideng sejak 2007, juga merasakan perubahan tersebut. Menurut Jevi, masa ketika sentra pelek Cideng ramai didatangi konsumen terjadi pada periode 2000-an hingga awal 2010-an. ramainya itu dulu tahun 2000-an sampai 2010-an. Sekarang sudah sepi karena di daerah atau kota lain juga sudah banyak toko pelek, jadi pembeli luar kota tidak harus ke Cideng lagi," tutur Jevi. Dengan semakin banyaknya toko pelek di berbagai daerah, konsumen memiliki lebih banyak pilihan tanpa harus datang ke sentra otomotif di Jakarta. Kehadiran marketplace dan media sosial semakin memperluas pilihan tersebut. Sentra pelek mobil di Cideng, Jakarta Pusat Toko Fisik Ikut Beradaptasi Perubahan perilaku konsumen juga mendorong toko pelek skala lebih besar menggabungkan kanal digital dengan layanan di gerai fisik. Eric Tanzil dari Permaisuri Ban mengatakan, konsumen kini kerap melakukan pencarian dan konsultasi melalui kanal digital sebelum memutuskan datang langsung ke toko. "Di bisnis pelek, kanal online dan offline dua-duanya harus jalan. Di toko kami, pelek bisa dicoba langsung seperti beli baju di mal. Namun, proses awalnya biasa dimulai dari konsultasi online dulu," ujar Eric kepada Kompas.com. Menurut Eric, karakter pembelian pelek berbeda dengan sejumlah produk lain karena konsumen perlu mendapatkan gambaran mengenai tampilan pelek ketika dipasang pada mobil. Karena itu, foto atau portofolio pemasangan menjadi salah satu cara membantu konsumen menentukan pilihan sebelum datang ke toko. "Beda sama gadget, kalau pelek itu orang mau benar-benar barang yang dibeli sesuai dengan yang dibayangkan. Makanya kami perbanyak portofolio di website agar konsumen bisa berimajinasi," kata Eric. Kendati proses pencarian produk banyak bergeser ke ranah digital, keberadaan toko fisik masih dibutuhkan, terutama untuk melihat kondisi barang, melakukan fitting, hingga memastikan spesifikasi pelek sesuai dengan kendaraan. Toko pelek mobil Jangan Hanya Pertimbangkan Tampilan Di tengah semakin mudahnya membeli pelek melalui platform digital, konsumen juga perlu memperhatikan spesifikasi dan kualitas produk, bukan sekadar desain maupun harga. Eric mengatakan, hal tersebut menjadi semakin penting pada mobil listrik atau electric vehicle (EV) yang umumnya memiliki karakter bobot berbeda dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal. "Pelek original itu buatan pabrikan yang melalui proses research and development, beda dengan replika. Apalagi sekarang banyak mobil listrik yang baterainya di bawah dan bobotnya lebih berat, jadi load index ban dan kekuatan pelek harus diperhitungkan," ujar Eric. Karena itu, pemilihan pelek sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan diameter dan desain. Kemampuan pelek menahan beban kendaraan serta kesesuaiannya dengan spesifikasi mobil juga perlu diperhatikan. Perubahan yang terjadi di sentra pelek Cideng menunjukkan bagaimana pola bisnis komponen otomotif ikut beradaptasi dengan kebiasaan konsumen. Kanal digital kini berperan besar dalam proses pencarian hingga transaksi, sementara toko fisik tetap memiliki fungsi untuk memberikan kesempatan kepada konsumen melihat barang secara langsung, melakukan konsultasi, serta memastikan komponen yang dipilih sesuai dengan kendaraan.