Persaingan penjualan mobil di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 tak lagi hanya mengandalkan calon konsumen yang datang langsung ke booth. Sejumlah tenaga penjual mulai memanfaatkan media sosial, termasuk siaran langsung (live) di sejumlah platform media sosial seperti Instagram atau TikTok, untuk menjaring pembeli. Meski belum menjadi strategi utama di semua merek, beberapa sales mengaku cara tersebut sudah berhasil mendatangkan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Live TikTok Berbuah SPK Salah satu tenaga penjual Chery mengatakan, promosi melalui live TikTok pernah menghasilkan transaksi penjualan. Menurut dia, calon konsumen yang menyaksikan siaran langsung kemudian menghubungi dirinya hingga akhirnya melakukan pembelian. "Pakai live TikTok, pernah dapat SPK, waktu itu cuma dua, dia nonton live. Kalau untuk prospek kan biasanya kita dapat nomor ponsel terus olah, sebulan baru jadi (beli). Sangat membantu dunia digital," ujarnya kepada Kompas.com di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (1/7/2026). Ia menambahkan, media sosial menjadi salah satu cara efektif untuk memperluas jangkauan calon konsumen, meski proses penjualan tetap membutuhkan tindak lanjut. sales live di giias2025 Pilih Website daripada Live Pendekatan berbeda dilakukan tenaga penjual BYD. Menurut dia, promosi melalui media sosial juga pernah menghasilkan SPK, tetapi bukan lewat siaran langsung di TikTok. "Saya juga melakukan promosi lewat media sosial, pernah ada yang SPK. Tapi lebih ke website bukan live TikTok," ujarnya. Manfaatkan Media Sosial Sementara itu, tenaga penjual Mitsubishi mengaku tidak ingin tertinggal memanfaatkan kanal digital untuk mencari konsumen. Selain promosi melalui media sosial, ia juga memanfaatkan fitur live maupun iklan digital. "Saya tidak mau ketinggalan, pasti kita pakai cara live atau iklan lewat media sosial, pernah SPK juga. Karena kan kanvasing itu makan waktu juga," katanya. Menurut dia, media sosial menjadi pelengkap strategi penjualan konvensional yang selama ini mengandalkan aktivitas mencari konsumen secara langsung. Ilustrasi dealing area Toyota Astra Motor di GIIAS 2026 Relasi dengan Konsumen Di sisi lain, tidak semua tenaga penjual menjadikan live TikTok sebagai strategi utama. Sales Wuling mengaku lebih memilih membangun hubungan langsung dengan calon konsumen dibanding aktif melakukan siaran langsung. "Kalau saya tidak melakukan live. Jadi lebih jaga relasi saja. Mungkin akan ke sana, tapi masih (tatap langsung) yang worth it. Beberapa teman sales dapat konsumen dari media sosial datanya juga tidak bagus," ujarnya. Hal serupa juga disampaikan tenaga penjual Geely. Ia mengaku belum sempat memanfaatkan live di media sosial karena lebih fokus melayani pengunjung selama pameran. "Kalau untuk sekarang di GIIAS tidak ada live sih, kecuali di akun pribadi live sendiri. Kalau official dari Geely-nya tidak ada. Saya sendiri tidak melakukan itu, karena sibuk, mesti pulang pergi ke rumah yang agak jauh, jadi enggak ada waktunya saja," katanya. Meski begitu, tren pemasaran digital dinilai semakin sulit dihindari. Di tengah perubahan perilaku konsumen, media sosial mulai menjadi salah satu kanal yang dimanfaatkan tenaga penjual untuk menjangkau calon pembeli, melengkapi cara konvensional seperti kanvasing maupun melayani pengunjung di booth pameran.