Uji tabrak Chery Tiggo 7 Pro Hasil uji tabrak terbaru dari Global New Car Assessment Program atau NCAP kembali menyoroti aspek keselamatan kendaraan yang dipasarkan di kawasan berkembang. Kali ini, SUV Chery Tiggo 7 Pro menjadi sorotan setelah hanya meraih dua bintang untuk perlindungan penumpang dewasa dalam program #SaferCarsForAfrica. Penilaian tersebut langsung memicu perhatian karena Tiggo 7 Pro termasuk model yang cukup populer di sejumlah pasar global. Rating dua bintang dinilai belum memenuhi ekspektasi konsumen terhadap standar keselamatan kendaraan modern di segmen SUV kompak. GULIR UNTUK LANJUT BACA Selain perlindungan penumpang dewasa, Global NCAP juga memberikan tiga bintang untuk perlindungan penumpang anak. Namun, laporan pengujian mencatat adanya kelemahan pada sistem pemasangan Child Restraint System yang gagal pada seluruh posisi kursi depan dengan orientasi menghadap belakang.Masalah lain yang menjadi catatan adalah tidak tersedianya opsi untuk menonaktifkan airbag penumpang depan saat kursi bayi dipasang menghadap belakang. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko keselamatan bagi anak dalam situasi tertentu.Dalam laporan uji tabrak Global NCAP yang dilihat VIVA Otomotif Jumat 20 Februari 2026, struktur kendaraan juga mendapat kritik karena dianggap belum optimal. Area footwell dan bodyshell disebut tidak stabil serta dinilai tidak mampu menahan beban tambahan jika terjadi benturan yang lebih berat.Keterbatasan perlindungan sisi samping turut menjadi perhatian penting dalam evaluasi tersebut. Uji benturan tiang samping tidak dilakukan karena mobil ini tidak dilengkapi perlindungan kepala standar untuk baris depan maupun belakang.Ketiadaan perlindungan tersebut membuka potensi cedera serius pada kepala bahkan dalam benturan samping berkecepatan rendah dengan objek seperti tiang atau pohon. Catatan ini menambah daftar aspek keselamatan yang dianggap masih perlu ditingkatkan pada model tersebut.Global NCAP juga menyinggung fitur keselamatan aktif yang sebenarnya sudah tersedia di kendaraan ini. Electronic Stability Control dan pengingat sabuk pengaman hadir sebagai fitur standar, meski performanya disebut belum sepenuhnya memenuhi persyaratan lembaga pengujian.Tak hanya soal hasil uji, Global NCAP turut mengkritik penggunaan informasi hasil pengujian dari pasar lain dalam materi komunikasi publik. Menurut lembaga tersebut, penilaian NCAP bersifat spesifik pasar sehingga tidak dapat digunakan secara selektif untuk menggambarkan performa keselamatan model di wilayah berbeda.Chief Executive Officer Global NCAP Richard Woods menyebut hasil dua bintang tersebut sebagai capaian yang mengecewakan. “Hasil dua bintang untuk Tiggo 7 Pro sangat mengecewakan, dan semakin diperparah oleh publikasi informasi uji tabrak dari pasar lain yang berpotensi menyesatkan,” ujarnya.Ia menekankan pentingnya transparansi agar konsumen memperoleh gambaran keselamatan yang akurat sebelum membeli kendaraan. Woods menambahkan bahwa konsumen membutuhkan informasi independen, bukan sekadar klaim pemasaran yang dapat menimbulkan persepsi keliru. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Pandangan serupa disampaikan Chief Executive Officer Automobile Association of South Africa Bobby Ramagwede yang menilai konsumen berhak mendapatkan standar keselamatan setara di semua pasar. “Tidak seharusnya keselamatan menjadi fitur opsional atau hanya tersedia di pasar tertentu,” katanya.Hasil uji ini kembali membuka diskusi lebih luas mengenai kesenjangan standar keselamatan kendaraan antar wilayah. Global NCAP menilai temuan tersebut menegaskan perlunya regulasi yang lebih kuat, program informasi konsumen independen, serta komitmen produsen untuk menghadirkan perlindungan keselamatan yang konsisten di berbagai pasar.