Kondisi lalu lintas yang padat, ditambah rasa lelah, menjadi rintangan utama bagi pengendara ketika melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman. Efek dari kondisi tersebut bisa membuat pengendara mengalami penurunan konsentrasi dan berpotensi menimbulkan risiko lebih besar. Untungnya, kebanyakan mobil modern sudah dilengkapi teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang merupakan fitur keselamatan aktif sekaligus asistensi, salah satunya seperti yang diterapkan Suzuki pada Fronx SGX. Dari deretan fitur yang dimiliki Suzuki Safety Support pada Fronx varian tertinggi, Dual Sensor Brake Support II (DSBS II) memiliki peran penting. Fungsinya menjadi asisten keselamatan aktif yang membantu pengemudi memitigasi risiko di jalan raya. Yulius Purwanto, Head of Marketing 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menjelaskan, kondisi jalan sering berubah mendadak ketika mudik, contohnya seperti kendaraan di depan yang melakukan pengereman tiba-tiba. Suzuki Fronx GIIAS 2025 "Fitur Suzuki Safety Support melalui DSBS II hadir untuk memberi peringatan dan bantuan pengereman otomatis, sehingga pengemudi punya waktu lebih untuk bereaksi dan menghindari tabrakan," ucap Yulius dalam keterangan resmi Suzuki, Senin (16/3/2026). Adanya fitur DSBS II tersebut diklaim dapat mengantisipasi kemungkinan seperti tabrakan sehingga secara tidak langsung juga menekan risiko di jalan raya. Radar dan Kamera Yulius menjelaskan, DSBS II pada Fronx SGX mengintegrasikan dua sensor mutakhir, yakni Monocular Camera dan Millimeter Wave Radar. Sinergi keduanya memungkinkan sistem untuk memantau kondisi jalan di depan secara kontinu, membaca jarak secara akurat, serta mendeteksi objek seperti kendaraan lain maupun pejalan kaki. ADAS Suzuki Fronx "Kecanggihan tersebut juga sangat membantu ketika kondisi hujan atau mengemudi saat malam hari,” katanya. Perlindungan Secara total, ada tiga tahapan perlindungan yang diberikan fitur DSBS II pada Suzuki Fronx SGX, yakni: Forward Collision Warning: Memberikan peringatan visual dan suara saat sistem mendeteksi risiko benturan agar pengemudi dapat segera mengambil tindakan. Forward Collision Damage Mitigation Brake Assist: Memberikan bantuan tekanan pengereman tambahan jika respons pengemudi dinilai kurang memadai dalam situasi darurat. Collision Damage Mitigation Braking Function: Jika sistem mendeteksi risiko tabrakan yang semakin tinggi, fungsi ini akan beroperasi dan rem aktif secara otomatis untuk membantu menghindari tabrakan atau meminimalisir kerusakan akibat benturan. Aktif Bagi pengguna Suzuki Fronx varian tertinggi, wajib memastikan fitur tetap siaga guna memberikan perlindungan maksimal selama perjalanan mudik. Caranya bisa memantau status aktif fitur DSBS II melalui panel instrumen, yakni: Cek indikator: Jika indikator "DSBS II OFF" menyala (kuning/oranye), artinya sistem sedang dinonaktifkan atau fungsinya terhambat. Dalam kondisi operasional normal, indikator tersebut tidak menyala. Aktivasi kembali: Pastikan tombol/switch DSBS II berada pada posisi aktif (ON) sesuai panduan kendaraan. Kebersihan sensor: Pastikan area sensor pada gril depan dan kaca depan bersih dari kotoran atau penghalang agar fungsi deteksi tetap akurat. Meski memiliki fungsi yang krusial, Suzuki menegaskan DSBS II adalah fitur bantuan pengemudi, bukan pengganti kewaspadaan penuh. Karena itu, pengoperasian fitur harus tetap diiringi konsentrasi selama perjalanan serta teknik pengereman yang tepat agar perjalanan semakin aman. Suzuki Fronx “Mudik aman bukanlah tentang siapa yang tercepat, melainkan siapa yang sampai di tujuan dengan selamat. Kami menghimbau pelanggan untuk mengoptimalkan fitur keselamatan yang ada sebagai asisten berkendara," ucapnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang