Minat konsumen terhadap varian plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) pada lini Wuling Darion mulai meningkat. Kontribusinya kini mencapai sekitar 15–20 persen dari total penjualan model tersebut, meski varian kendaraan listrik murni atau EV masih mendominasi. Marketing Operation Director Wuling Motors Ricky Christian mengatakan, hingga saat ini penjualan Darion masih didominasi oleh model EV. "Masih lebih banyak Darion yang EV, salah satu alasannya mungkin karena aturan ganjil genap yang membuat konsumen lebih fleksibel menggunakan kendaraan listrik di perkotaan seperti Jakarta," kata Ricky di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Meskipun EV masih mendominasi, Ricky menyebut kontribusi PHEV pada penjualan Darion perlahan mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. "Kalau sebelumnya kontribusinya sekitar 10 persen, sekarang sudah naik sekitar 15 hingga 20 persen. Jadi ada juga konsumen yang mulai mempertimbangkan menggunakan PHEV," ujar Ricky. Wuling Darion PHEV Sebagai informasi, Darion merupakan MPV elektrifikasi yang tersedia dalam dua pilihan sistem penggerak, yakni EV dan PHEV. Varian EV dibekali motor listrik bertenaga sekitar 150 kW atau setara 201 tk dengan baterai 69,2 kWh yang mampu menempuh jarak hingga sekitar 540 km dalam sekali pengisian daya. Sementara itu, varian PHEV mengombinasikan mesin bensin 1.5 liter dengan motor listrik serta baterai sekitar 20,5 kWh. Sistem ini memungkinkan mobil melaju hingga sekitar 125 km dalam mode listrik murni, dengan total jarak tempuh gabungan lebih dari 1.000 km ketika mesin bensin ikut bekerja. Menurut Ricky, karakter tersebut membuat PHEV menjadi alternatif bagi konsumen yang menginginkan efisiensi kendaraan listrik, tetapi tetap membutuhkan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh tanpa khawatir soal pengisian daya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang