Mengajarkan anak berkendara bukan hanya soal memastikan mereka bisa mengoperasikan kendaraan atau hafal aturan lalu lintas. Hal yang tidak kalah penting adalah membangun kemampuan anak dalam mengenali risiko di jalan. Dengan begitu, anak tidak hanya tahu aturan, tetapi juga memahami alasan di balik aturan tersebut dan mampu mengambil keputusan ketika menghadapi situasi yang tidak terduga. Membaca Situasi di Jalan Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, orang tua sebaiknya tidak hanya memberikan nasihat umum kepada anak ketika berkendara. Misalnya, orang tua hanya mengatakan agar anak selalu berhati-hati tanpa menjelaskan situasi apa yang perlu diperhatikan. "Kita jangan hanya bilang 'hati-hati', tapi ajak anak melihat dan memahami situasi di jalan," ujar Agus kepada Kompas.com, Rabu (7/10/2026). Menurut Agus, orang tua bisa mengajak anak berdiskusi mengenai kondisi yang mereka temui ketika berada di jalan. Cara ini dapat dilakukan bahkan sebelum anak mengendarai kendaraan sendiri. Misalnya ketika mendekati persimpangan, orang tua dapat bertanya mengenai potensi bahaya yang mungkin muncul. "Misalnya saat mendekati persimpangan, tanyakan, 'Menurut kamu di sini bahayanya apa?' atau 'Kalau kendaraan di depan tiba-tiba berhenti, apa yang harus dilakukan?'" kata Agus. Pengendara menerobos lampu merah di persimpangan Jalan R. S. Soekanto, Jakarta Timur, Selasa (11/2/2025) pagi. Dari pertanyaan sederhana tersebut, anak diajak untuk memperhatikan lingkungan sekitar dan memperkirakan kemungkinan yang terjadi. "Dari situ anak akan belajar berpikir dan membaca situasi, bukan hanya menghafal aturan," ujar Agus. Kemampuan tersebut penting karena kondisi di jalan tidak selalu bisa diprediksi. Kendaraan di depan bisa mengerem mendadak, kendaraan dari arah lain dapat muncul dari titik yang tidak terlihat, atau kondisi jalan bisa berubah dalam hitungan detik. Dengan terbiasa mengamati dan memikirkan kemungkinan risiko, anak diharapkan tidak hanya mengandalkan aturan ketika menghadapi situasi di jalan. Anak Belajar dari Cara Orang Tua Berkendara Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, proses belajar anak juga sangat dipengaruhi oleh perilaku orang tua ketika berada di jalan. Menurut Jusri, orang tua menjadi salah satu contoh yang paling mudah diamati anak sejak kecil. Karena itu, orang tua perlu memahami perilaku berkendara yang benar sebelum mengajarkannya kepada anak. "Harus belajar dengan cara melihat orangtua berbicara atau berinteraksi di jalan raya. Apabila orang tua belum paham, jangan pernah mengajari sang anak," ujar Jusri. Jusri mengatakan, kebiasaan yang dilihat anak dari orang tua dapat melekat dan kemudian ditiru ketika mereka mulai berkendara sendiri. Ilustrasi pengendara motor anak-anak atau usia dini Jangan Sampai Anak Belajar Risiko dari Kesalahan Jusri mencontohkan, sejak kecil anak sudah terbiasa melihat perilaku orang tua ketika diantar ke sekolah atau bepergian. Jika orang tua tidak menggunakan helm, anak bisa menganggap penggunaan helm bukan hal yang penting. Begitu juga ketika anak melihat orang tua menerobos lampu merah. "Orangtuanya tidak pakai helm, anak nggak pakai helm. Orangtuanya nerobos lampu merah, si anak ada di situ. Ini adalah pelajaran yang melekat bagi anak itu," kata Jusri. Karena itu, mengajarkan risiko berkendara kepada anak sebaiknya dilakukan secara bertahap. Anak perlu diajak melihat kondisi di jalan, memahami potensi bahaya, lalu mengetahui tindakan yang tepat untuk menghindarinya. Orang tua juga perlu memastikan contoh yang diberikan sehari-hari sesuai dengan apa yang diajarkan kepada anak. Dengan cara tersebut, anak tidak hanya mengetahui bahwa menerobos lampu merah atau menggunakan ponsel saat berkendara merupakan tindakan yang salah, tetapi juga memahami bahwa perilaku tersebut dapat menimbulkan risiko bagi dirinya dan pengguna jalan lainnya. Pada akhirnya, tujuan mengajarkan risiko berkendara bukan membuat anak takut berada di jalan. Anak justru perlu dibekali kemampuan untuk mengenali bahaya, memperkirakan situasi, dan mengambil keputusan dengan lebih aman ketika berkendara sendiri.